Buku Pelajaran MTS Diduga Mengandung Materi Menyimpang: MLK IAI Nata Sampang Temukan Kegelisahan

Media Literasi Kampus Institut Agam Islam Nazhatut Thullab (MLK IAI Nata) Sampang, Jawa Timur, telah menemukan kejanggalan dalam delapan buku pelajaran jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTS).
Media Literasi Kampus Institut Agam Islam Nazhatut Thullab (MLK IAI Nata) Sampang, Jawa Timur, telah menemukan kejanggalan dalam delapan buku pelajaran jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTS).
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Media Literasi Kampus Institut Agam Islam Nazhatut Thullab (MLK IAI Nata) Sampang, Jawa Timur, telah menemukan kejanggalan dalam delapan buku pelajaran jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTS). Dari penelitian yang dilakukan para ahli fikih sepanjang tahun 2021, sedikitnya ada 50 muatan yang diduga menyimpang dalam buku-buku tersebut.

Menurut Ketua MLK IAI Nata Sampang, Mokaffi, dari delapan buku yang diteliti, dua di antaranya merupakan terbitan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), sementara dua lainnya berasal dari Kementerian Agama (Kemenag) RI. Selain itu, ada beberapa buku dari penerbit swasta dengan jenjang yang sama, yaitu Madrasah Tsanawiyah.

Salah satu contoh kejanggalan dalam buku-buku tersebut adalah penempatan syahadat sebagai rukun khutbah Jumat. Mokaffi menjelaskan bahwa menurut ajaran dari empat imam besar yang dipakai di Indonesia, yaitu Imam Syafii, Hanafi, Maliki, dan Hambali, syahadat bukanlah rukun khutbah Jumat.

Baca Juga:Menkes Bertemu Elon Musk Bahas Kerjasama Akses Internet Puskesmas Terpencil di AmerikaRaja Kamboja Tunjuk Hun Manet sebagai Perdana Menteri Baru untuk Menggantikan Ayahnya

Mokaffi sebelumnya juga telah menyampaikan dugaan materi menyimpang dalam buku pelajaran ini kepada perwakilan Kemenag di Sampang. Meski kesalahan tersebut diamini, hingga saat ini belum ada tindak lanjut perbaikan maupun penarikan terhadap materi yang salah itu.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari Kemendikbudristek maupun Kemenag mengenai temuan ini. Masyarakat dan pelaku pendidikan pun menantikan langkah-langkah yang akan diambil untuk menanggapi isu ini demi menjamin mutu dan kebenaran materi dalam buku-buku pelajaran MTS yang digunakan di seluruh wilayah.

0 Komentar