JABAR EKSPRES – Raja Kamboja menunjuk Hun Manet sebagai perdana menteri baru pada Senin (7/8) menggantikan sang ayah, Hun Sen, yang telah memimpin negara selama hampir empat dekade dengan tangan besi.
Atas permintaan Hun Sen, Raja Norodom Sihamoni mengeluarkan dekrit kerajaan berisikan pengangkatan Hun Manet sebagai perdana menteri.
“Raja Norodom Sihamoni menunjuk Dr. Hun Manet sebagai Perdana Menteri Kerajaan Kamboja untuk mandat ke-7 parlemen,” bunyi dekrit kerajaan.
Namun, Hun Sen berjanji kepada warga Kamboja tidak akan terus mendominasi politik negara itu.
Baca Juga:Tiga Penikaman Meneror Korea Selatan dalam Dua Pekan: Warga Panik, Ancaman Pembunuhan Muncul di Jagat MayaTragedi Kereta Tergelincir di Pakistan: 30 Orang Tewas dan 60 Luka-luka
Amerika Serikat, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan Uni Eropa mengutuk pemilu Juli lalu yang dinilai tidak bebas dan tidak adil.
Hun Sen menolak tuduhan itu dan mengatakan penyerahannya kursi PM ke anaknya bukan sebuah suksesi dinasti yang dibandingkan oleh beberapa kritikus seperti Korea Utara. Hun Sen berdalih penyerahan kekuasaan ini untuk menjaga perdamaian dan menghindari “pertumpahan darah” jika dia meninggal dunia saat menjabat.
Dia juga memperingatkan bahwa jika nyawa Hun Manet terancam, dia akan kembali sebagai PM.
Meski dipersiapkan untuk posisi itu selama bertahun-tahun, putra sulung Hun Sen ini tetap belum teruji di arena politik, kata para analis.
Dikutip AFP, Hun Manet juga telah bertemu dengan beberapa pemimpin dunia termasuk Presiden Xi Jinping dari China, sekutu utama Kamboja dan seorang dermawan yang signifikan.
