JABAR EKSPRES – Kepala direktorat intelijen Ukraina, Kyrylo Budanov, baru saja mengungkapkan rencana menarik terkait operasi militer mereka. Dalam wawancara santai bersama situs berita TSN, Budanov menyatakan bahwa pasukan Ukraina berencana untuk segera menyerbu Crimea guna merebut kembali wilayah yang diduduki Rusia sejak 2014. Meski begitu, dia enggan memberikan detail tentang kapan tepatnya serangan akan dilancarkan.
Pernyataan Budanov ini muncul tak lama setelah Presiden Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa Jembatan Crimea menjadi target serangan yang sah. Pada 17 Juli lalu, Ukraina bahkan telah menyerang jembatan tersebut dan merusak strukturnya. Serangan ini menjadi tindakan lanjutan setelah pada 8 Oktober lalu, Kyiv juga menghancurkan sebagian besar jembatan melalui peledakan kapal tanker BBM.
Dalam pengakuan terbuka, Kyiv telah mengklaim serangan terhadap jembatan ini, mengingat pentingnya fasilitas tersebut bagi Kremlin dalam menyuplai logistik militer selama invasi.
Baca Juga:Serangan Drone Bikin Heboh! Moskow Diserang Tiga Pesawat Tak Berawak Asal UkrainaSeru Banget! Ribuan Peserta dari Seluruh Indonesia Meriahkan Aceh Vespa Festival 2023 di Banda Aceh
Meski serangan ini telah menyebabkan kerusakan pada beberapa infrastruktur sipil, termasuk pos pemantauan dan kabel lokomotif listrik, Rusia menyatakan bahwa kerusakan tersebut telah diperbaiki.
Pertempuran antara Ukraina dan Rusia semakin memanas, terutama di bagian selatan dan timur negara. Pemimpin militer Ukraina melaporkan adanya kemajuan kecil di sejumlah daerah, termasuk di pinggiran Robotyno, utara Melitopol, dan Desa Verbove, dekat Robotyno.
Moskow disebut memfokuskan serangan di wilayah Orikhiv di Zaporizhzhia dan Antonivka di Kherson guna mencegah kemajuan lebih lanjut dari pasukan Ukraina.
Serangan balasan yang masif ini bahkan memaksa pasukan Rusia untuk dikerahkan guna mempertahankan koridor darat menuju Crimea.
