Ramai Modus Penipuan Atas Nama BCA Terkait Transfer Hingga Virus Mobile, Ini Klarifikasi Pihak BCA

Ramai Modus Penipuan Atas Nama BCA Terkait Transfer Hingga Virus Mobile, Ini Klarifikasi Pihak BCA
Ramai Modus Penipuan Atas Nama BCA Terkait Transfer Hingga Virus Mobile, Ini Klarifikasi Pihak BCA / Sumber: freepik.com
0 Komentar

JABAR EKSPRES– Perkembangan teknologi membuka pintu bagi modus penipuan yang semakin canggih.

Beberapa hari terakhir, beredar informasi penipuan di media sosial, mulai dari transfer Rp0 dari rekening BCA ke rekening bank lain, tampilan pop up peringatan virus di aplikasi BCA mobile, hingga adanya klaim dari pihak yang memiliki data nasabah dan penawaran akses ke sistem finansial BCA.

EVP Corporate Communication and Social Responsibility PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Hera F. Haryn menegaskan bahwa kabar transfer antar bank Rp0 adalah informasi yang tidak benar.

Baca Juga:Saudi Arabia Summons Danish Businessman Over Quran BurningUN: Russia’s Donations to Africa Don’t Solve Global Food Crisis

“Setelah kami lakukan pengecekan, dapat kami sampaikan bahwa data yang diklaim beredar tersebut berbeda dengan data yang dimiliki oleh BCA,” ujar Hera dalam keterangan resmi yang diterima di Bandung, Jum’at (28/7).

Adapun untuk melakukan transaksi finansial di website myBCA, nasabah harus memasukkan One Time Password (OTP) dari token KeyBCA.

“Kami kembali menegaskan bahwa hingga saat informasi ini kami sampaikan, tidak ada nasabah yang mengalami kerugian finansial di tengah ramainya informasi hoax dan klaim oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Mengenai munculnya pop up peringatan virus saat mengakses BCA mobile, Hera menegaskan bahwa tidak benar BCA mobile terkena virus, namun pop up tersebut merupakan alert dari sistem smartphone akibat deteksi aplikasi berbahaya yang ada di smartphone.

“Kami mengimbau nasabah setia untuk selalu melakukan install aplikasi resmi baik di PlayStore, AppStore atau AppGallery, serta melakukan update software perangkat smartphone terbaru,” ujarnya.

Install dari aplikasi tidak resmi memiliki risiko perangkat/device bisa terinfeksi virus yang dapat mengancam data dan aktivitas di device tersebut, termasuk aktivitas finansial nasabah.

0 Komentar