JABAR EKSPRES – Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengajak masyarakat Indonesia, terutama generasi muda, untuk mengambil contoh dari falsafah hidup yang diajarkan oleh Sunan Kudus, yang disebut “Gusjigang“. Falsafah ini mencakup tiga hal penting: memiliki perilaku yang baik, rajin dalam belajar agama, dan mampu berdagang.
“Saya sendiri membuat istilah ‘Gus Iwan’ yang artinya santri bagus, pintar ngaji, dan usahawan,” ujarnya.
Wapres menyampaikan hal ini dalam acara Halaqah Internasional II Buka Luwur Kangjeng Sunan Kudus 1445 Hijriah, di Jakarta. Acara tersebut mengangkat tema “Memakmurkan Peradaban Wali Songo dengan Sentuhan Dunia Halal Indonesia.” Wapres berpendapat bahwa generasi Gusjigang berperan penting dalam mewujudkan cita-cita besar Indonesia menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia pada tahun 2024.
Baca Juga:Pemkot Depok Rilis Aplikasi SIKASIR, Upaya Wujudkan e-Government!Lantik 576 Kepala Sekolah, Plt Bupati Bogor Berharap Lebih Adaptif dan Inovatif!
“Kita mampu mewujudkan segala cita-cita dengan kerja sama dan ta’awun (kebersamaan). Seluruh aktor ekonomi syariah di negara kita mesti memainkan peran dengan baik sehingga Indonesia akan menjadi pemain utama ekonomi-keuangan syariah di tingkat global,” lanjutnya.
Wapres menekankan pentingnya kerja sama dan ta’awun (kebersamaan) dalam mencapai cita-cita tersebut. Pemerintah juga telah membentuk Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) serta Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) sebagai langkah dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.
“Saya perlu menekankan kembali bahwa ekonomi dan keuangan syariah tidaklah eksklusif milik umat Islam. Bisnis ini dapat menguntungkan siapa saja, terlepas dari agama dan kepercayaan yang dianut. Sifat inklusif ini yang menjadikan ekonomi syariah berkembang pula di negara-negara non-Muslim,” pungkasnya.
