JABAR EKSPRES – Irak telah menyatakan penolakan untuk duta besar Swedia sebagai imbas dari serangkaian kasus penistaan Al-Qur’an di negara Nordik tersebut.
Setidaknya telah terjadi dua kasus penistaan Al-Qur’an yang terjadi di Swedia dalam beberapa pekan ke belakang.
Beberapa di antaranya adalah kasus pembakaran Al-Qur’an dan aksi penginjakan atas kitab suci umat Islam tersebut.
Baca Juga:Fitur dan Keunggulan Nokia N73 5G, Smartphone dengan Desain Keren dan Performa Koneksi Super Kilat!Penyakit Raja Singa Menyerang Cimahi! 22 Ibu Hamil Ditemukan Terkena Sifilis
Adapun Irak menyatakan akan mencabut penolakan duta besar Swedia di Teheran dalam kurun waktu yang tidak ditentukan sampai kapan.
“Kami mengutuk keras penodaan Al-Qur’an dan kesucian Islam yang berulang-ulang di Swedia, dan kami menganggap pemerintah Swedia bertanggungjawab penuh atas konsekuensi menghasut perasaan umat Islam di seluruh dunia,” kata Kemenlu Nasser Kanaani.
“Terus menodai tempat-tempat suci Islam dan menyebarkan kebencian dengan cara ini dianggap sebagai contoh sempurna dari kekerasan terorganisir dan tindakan bermusuhan terhadap dua miliar populasi Muslim dunia, orang-orang yang beriman kepada Tuhan dan pengikut agama-agama samawi,” tambahnya.
Sebelumnya, pelaku bernama Salwan Momika melakukan aksi provokatif sehingga menimbulkan kecaman yang sangat keras dari dunia Islam.
