Jumlah Korban Tewas Bertambah jadi 403, dalam Kasus Sekte Sesat di Kenya

Jumlah Korban Tewas Bertambah jadi 403, dalam Kasus Sekte Sesat di Kenya
Kabar mengenai sekte sesat di Kenya yang dikenal dengan sebutan 'Pembantaian Hutan Shakahola' semakin menggemparkan.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kabar mengenai sekte sesat di Kenya yang dikenal dengan sebutan ‘Pembantaian Hutan Shakahola’ semakin menggemparkan. Jumlah korban tewas akibat praktik sesat ini kini mencapai angka yang mengerikan, yaitu 403 orang.

Kepolisian setempat baru-baru ini menemukan 12 mayat tambahan di Hutan Shakahola, yang diduga merupakan anggota dari Gereja Kabar Baik Internasional yang dipimpin oleh Paul Mackenzie Nthenge. Sang pemimpin sekte, Mackenzie, dituduh memerintahkan para pengikutnya untuk berpuasa secara ekstrem dengan harapan mereka dapat masuk surga sebelum kiamat. Akibatnya, banyak anggota sekte yang mati kelaparan.

Pertama kali korban tewas ditemukan pada 13 April lalu di area ini. Beberapa korban ditemukan dalam keadaan meninggal, sementara sejumlah lainnya masih hidup namun dalam keadaan lemah dan kurus.

Baca Juga:Kisah Pria dan Anjing yang Bertahan Hidup di Lautan Samudra Pasifik Lebih dari 2 BulanSpesifikasi Xiaomi Redmi Note 12 4G, HP Murah Meriah yang Ngebut!

Berdasarkan hasil autopsi, kelaparan diduga menjadi penyebab utama kematian para korban. Namun, beberapa jenazah, termasuk anak-anak, menunjukkan tanda-tanda kekerasan seperti leher yang dicekik atau luka-luka akibat pemukulan.

Mackenzie, yang mengaku sebagai seorang pendeta dan ayah dari tujuh anak, mendirikan Gereja Internasional Good News pada tahun 2003. Kasus sekte sesat di Kenya ini semakin menyorot isu keamanan dan perluasan upaya untuk mengungkap kebenaran dan menghentikan praktik-praktik sesat yang merenggut nyawa para pengikutnya.

0 Komentar