“Muhun leres loncat dari Jembatan Cinumpang” Ucap Awan kepada Jabar Ekspres lewat WhatsApp.
Dalam aksi protes, Kris Purnomo, selaku inisiator Peduli Masyarakat Cijagung, mengatakan bahwa aksi yang dia inisiasi bersama yang lainnya adalah untuk menagih janji serta pengembalian kembali Lapang Cijagung seperti semula.
“Hari ini sebagai bentuk perhatian masyarakat dan keprihatinan warga sekitar perihal Lapang Cijagung yang dirampas fungsinya sebagai sarana olahraga masyarakat sekitar,” ungkap Kris kepada awak media.
Baca Juga:LBH GP Ansor Kota Bogor: KPK dan Kejagung Harus Turun Tuntaskan Polemik PPDBJelang Tahun Politik, Mahasiswa Ciamis Deklarasi Anti Hoaks
Dalam pantauan Jabar Ekspres, aksi tersebut dilakukan dengan cara menanami pepohonan, seperti pohon singkong, talas, serta benih jagung dan lain-lain.
Selain itu ,Devi, selaku Ketua RW 08 Kecamatan Kadudampit, mengaku bahwa dampak dari tanah urugan yang berada di Lapang Cijagung ini membawa beberapa efek yang merugikan untuk masyarakat.
“Tanah di lapangan ini sudah satu tahun dibiarkan tanpa kejelasan. Bahkan, ada Tembok Penahanan Tanah (TPT) yang jebol dan merendam rumah warga. Jadi masyarakat waswas setiap hujan datang, ” ucap Devi.
“Selain itu, mata pencaharian masyarakat yang mengandalkan fungsi lapangan ini seperti pedagang kehilangan penghasilan,” imbuhnya.
Devi berharap Lapang Cijagung bisa kembali berfungsi seperti semula. Karena, lapangan tersebut menjadi mata pencaharian masyarakat. Bahkan, dengan tidak berfungsinya lapangan itu, membuat beberapa warga kesulitan untuk mencukupi kebutuhan. Sebab, sebelumnya mereka berdagang dengan mengandalkan keramaian lapangan tersebut sebagai mata pencaharian.
BACA BERITA INI SELENGKAPNYA [DI SINI] ***
