Dinkes Jabar Beberkan Penyebab Kematian Akibat DBD, Masyarakat Diminta Jaga Pola Hidup Bersih

Ilustrasi. Dinkes Jabar catat sepanjang bulan Januari hingga Juli 2023, kasus DBD tembus 7.512 kasus dengan kematian sebanyak 49 orang. (Istimewa)
Ilustrasi. Dinkes Jabar catat sepanjang bulan Januari hingga Juli 2023, kasus DBD tembus 7.512 kasus dengan kematian sebanyak 49 orang. (Istimewa)
0 Komentar

JABAR EKSPRES  – Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat menyebut adanya angka kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD), dikarenakan telatnya pemberian penanganan medis saat pasien mulai timbul gejala.

Ketua Tim Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Jabar, Yudi Koharudin menjelaskan, gejala DBD yang biasanya terjadi adalah timbulnya suhu panas pada tubuh selama tiga hari berturut-turut.

“Tapi nanti akan naik kembali (panasnya), nah itulah yang sering disebut DSS (dengue soft syindrom), dan kalau sudah kena DSS, itu akan susah mengobatinya dan biasanya penyebab meninggalnya itu, terlambat mengobatinya,” ungkapnya

Baca Juga:Bantah Cimahi Sulit Berkembang, Pj Wali Kota Klaim Alami KemajuanLokasi Peresmian Tol Cisumdawu Bergeser ke Terowongan Kembar, Siswa dan Masyarakat Antusias Sambut RI 1  

“Maka untuk pencegahannya, 0selain menjaga pola hidup bersih, kita juga imbau masyarakat untuk menanam bunga yang dapat mengantisipasi atau mengusir nyamuk khususnya DBD. Karena nyamuk ini, aktifnya di siang hari,” pungkasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data yang diberikan Dinkes Jabar bahwa angka kasus DBD selama periode Januari – Juli 2023 telah menyentuh di angka 7.512 kasus dengan kematian sebanyak 49 orang.

0 Komentar