JABAR EKSPRES – Minimnya pemasukan dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) dinilai menjadi faktor Cimahi sulit berkembang. Faktor wilayah yang sempit dan jumlah penduduk yang banyak membuat pemerintahnya memutar otak mengatasi persoalan yang kompleks.
Namun menurut Pj Wali Kota Cimahi, Dikdik Suratno Nugrahawan, sampai saat ini Kota Cimahi telah mengalami kemajuan perekonomian, infrastuktur, kesejahteraan masyarakat, kesehatan, dan berbagai prestasi telah diraih.
“Sinergitas, kebersamaan, silih asah, silih asih, silih asuh antar warga, antara pemerintah kota dengan seluruh elemen masyarakat merupakan faktor penting untuk dapat mewujudkan cita-cita kita bersama,” katanya.
Baca Juga:Lokasi Peresmian Tol Cisumdawu Bergeser ke Terowongan Kembar, Siswa dan Masyarakat Antusias Sambut RI 1 Bidik Zero Stunting, Dandim 0508/Depok Targetkan Tak Ada Lagi Kasus Baru di 2024
Menurut dia, sudah menjadi komitmen pemerintah Kota Cimahi dan jajarannya yang didukung aparatur pemerintah lain dan segenap lapisan masyarakat cimahi untuk menjaga situasi kondisi daerah agar tetap kondusif.
“Pembangunan infrastruktur juga telah dan sedang dilaksanakan antara lain pembangunan underpass Sriwijaya, pembangunan ruang terbuka publik, sarana prasarana olah raga. Semua itu bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Cimahi,” katanya.
Pihaknya juga berupaya mengembangkan pariwisata di Kota Cimahi, penataan taman dan sudut-sudut kota, melaksanakan program bedah rumah.
“Semua merupakan upaya untuk memberikan ruang dan lingkungan yang nyaman dan aman untuk masyarakat,” ucapnya.
Pembenahan administrasi pemerintah juga sudah menunjukkan kemajuan. Hal itu jelas Dikdik, ditunjukkan dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI selma 10 kali berturut-turut.
