JABAR EKSPRES – Menteri dalam negeri Prancis, Gerald Darmanin, mengumumkan bahwa hampir 4.000 orang telah ditahan oleh polisi Prancis selama demonstrasi nasional yang terjadi sebagai respons terhadap pembunuhan seorang remaja berusia 17 tahun.
Darmanin menyampaikan hal ini dalam sidang Senat pada hari Rabu. Ia juga menambahkan bahwa usia rata-rata para demonstran yang ditangkap adalah 17 tahun.
Dalam jumlah yang kurang dari 10 persen dari mereka yang ditangkap adalah warga negara asing, dan sekitar sepertiga dari total jumlah tersebut adalah anak di bawah umur.
Baca Juga:Pemerintah Swedia Mempertimbangkan Hukum Larangan Penodaan Al-Qur’anSinopsis Chapter 1 Rurouni Kenshin Terbaru, Kembalinya Batosai Si Pembantai
“Sebanyak 12.031 kendaraan dibakar, 2.508 bangunan dibakar atau dirusak, termasuk 105 balai kota dan 168 sekolah,” ungkap Darmanin, dikutip dari Anadolu Agency.
Aksi demonstran membludak karena hendak mengusut kasus Nahel yang diduga tewas di tangan pihak kepolisian. Nahel meninggal dalam pemeriksaaan polisi di Nanterre, Prancis.
Massa pun turun ke jalan Alma, Roubaix, Prancis untuk menuntut tindakan kepolisian terhadap Nahel.
Bentrokan pun tidak terelakkan. Jalanan pecah. Mobil-mobil dibakar. Sisa-sisa api terlihat jelas sebagai imbas dari bentrokan.
