JABAR EKSPRES – Presiden Türkiye Recep Tayyip Erdogan belum lama meminta umat Muslim untuk bersatu dalam barisan rapat menentang islamofobia di Barat.
Seruan menentang islamofobia ini digencarkan oleh Erdogan sebagai buntut dari aksi provokatif berupa pembakaran Al-Qur’an di Swedia beberapa waktu lalu.
“Serangan keji terhadap kitab suci kita, Al-Qur’an, di Swedia pada hari pertama Iduladha mengungkapkan dimensi Islamofobia yang mengerikan,” ucap Erdogan dalam sebuah video yang dikirim ke Konvensi Tahunan ke-46 Asosiasi Dokter Keturunan Pakistan Utara, Sabtu, 9 Juli 2023, dikutip dari TRT World.
Baca Juga:Ukraina Bakal Mendapatkan Bantuan Rudal Cluster Munitions dari AmerikaPembubaran Festival LGBT di Georgia, Atribut dan Bendera LGBT Dibakar Warga
Berangkat dari itu, Erdogan berseru kepada umat Muslim untuk meningkatkan rasa tanggung jawab agar peristiwa penistaan agama ini tidak terulang kembali.
Tindakan itu disetujui oleh Swedia. Tetapi polisi negara itu kemudian membuka penyelidikan terhadap penyerang tersebut.
Peristiwa tersebut terjadi di distrik Sodermalm Stockholm. Kronologinya, diketahui dua orang pelaku melakukan provokasi dengan cara membakar salinan Al-Qur’an di luar masjid pusat Stockholm, Rabu, 28 Juni 2023.
Bagaimanapun, Swedia memang telah mengizinkan aksi pembakaran Al-Qur’an tersebut.
“Aturan dasarnya adalah bahwa permohonan izin untuk mengadakan acara publik harus diterima secara umum.” kata Helena Boström Thomas, juru bicara kepolisian Swedia, dikutip dari The Local.
