JABAR EKSPRES – Rusia mengecam keras aksi pembakaran Al-Qur’an yang terjadi di Swedia beberapa waktu lalu.
Rusia menganggap bahwa aksi pembakaran Al-Qur’an merupakan aksi yang sang tidak beradab.
Oleh karena itu, Rusia lantas mengatakan bahwa aksi pembakaran tersebut merupakan pelanggaran yang dilakukan Swedia atas perlindungan hak-hak kebebasan beragama.
Baca Juga:Malaysia Kritik Sikap Barat yang Diskriminatif dalam Konflik Palestina-Israel5 Penyebab Umum Kasus Stunting, Apa yang Harus Kita Lakukan?
“Kami mengutuk keras tindakan vandalisme seperti itu, yang merupakan manifestasi dari kebiadaban dan xenofobia,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova, Kamis, 6 Juli 2023, dikutip dari Antara.
Maria juga mengungkapkan rasa keheranan Rusia atas pemerintah Swedia perihal aksi provokatif tersebut.
Bagaimanapun, Swedia memang telah mengizinkan aksi pembakaran Al-Qur’an tersebut.
Alasan kenapa Swedia mengizinkan aksi kebencian ini karena itu merupakan bagian dari kebebasan berekspresi.
Pihak kepolisian Swedia menilai aksi pembakaran Al-Qur’an tersebut sebagai ‘acara publik’.
“Aturan dasarnya adalah bahwa permohonan izin untuk mengadakan acara publik harus diterima secara umum.” kata Helena Boström Thomas, juru bicara kepolisian Swedia, dikutip dari The Local.
Dengan kata lain, pihak kepolisian Swedia menganggap aksi provokatif ini tidak melanggar konstitusi Swedia.
Pertemuan Dewan HAM PBB ini akan berlangsung berupa sesi debat darurat yang bakal membicarakan kasus pembakaran Al-Qur’an pada saat Iduladha kemarin.
