Iran juga mengutuk tindakan tersebut, dengan Menteri Luar Negeri Hossein Amir-Abdollahian menyebut pembakaran Al-Quran sebagai “penghinaan” terhadap “kesucian agama”.
“Menganggap tindakan ini sebagai kebebasan dan demokrasi hanya akan mendorong terorisme dan ekstremisme,” katanya dalam sebuah cuitan di Twitter.
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, juga mengutuk Swedia karena mengizinkan protes tersebut, yang menurutnya semakin mengaburkan peluang negara Nordik tersebut untuk segera bergabung dengan NATO.
Baca Juga:Meksiko dan Amerika Selatan Dihantam Gelombang PanasMadonna Tunda Tur Konser Setelah Masuk ICU
“Pada akhirnya, kami akan mengajarkan orang-orang Barat yang arogan bahwa menghina umat Muslim bukanlah bentuk kebebasan berpikir,” tegas Erdogan dalam pidatonya di televisi.
AS juga mengutuk tindakan tersebut, namun menambahkan bahwa pemberian izin tersebut sejalan dengan kebebasan berekspresi dan bukan merupakan dukungan terhadap tindakan tersebut.
![Warga Irak Lakukan Protes di Kedubes Swedia Akibat Aksi Pria Bakar Al Quran Warga Irak Lakukan Protes di Kedubes Swedia Akibat Aksi Pria Bakar Al Quran [Ahmed Saad / Reuters]](https://assets.jabarekspres.com/main/2023/06/2023-06-29T153340Z_1155139917_RC23T1AKGJ0X_RTRMADP_3_SWEDEN-DEMONSTRATION-IRAQ-1688068903-300x178.webp)