JABAR EKSPRES – Cuaca panas ekstrem Arab Saudi memakan korban. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) setempat, ratusan jemaah Haji terdampak.
Sebelumnya, pihak Arab Saudi mengumumkan bahwa kini Tanah Suci tengah menghadapi cuaca panas ekstrem. Bahkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) setempat mewanti-wanti agar para jemaah Haji bisa menjaga kondisinya selama melanjalani ibadah.
Meskipun demikian, pemerintah setempat berupaya agar para jemaah Haji tetap merasa aman dan nyaman selama menjalankan ibadah. Tidak hanya itu, Kementerian Kesehatan Arab Saudi juga memberikan imbauan penting.
Baca Juga:Ungkap Dugaan Praktek Aborsi di Jakpus, Polisi: Tempatnya Sempat Dicurigai Menampung TKIRumah Tempat Aborsi di Jakpus Digerebek Polisi, 7 Orang Berhasil Diamankan
Di antaranya yakni mengingatkan jemaah Haji untuk menggunakan payung, memastikan konsumsi minum lebih banyak, menghindari aktivitas fisik, dan mengikuti pedoman kesehatan yang diterapkan pemerintah setempat.
Sebelumnya, jelang puncak Haji 2023, cuaca di Arab Saudi diklaim mendekati 46 derajat celcius. Hal ini juga menjadi perhatian sejumlah negara yang memberahgkatkan kloter jemaah Haji tahun ini.
Bahkan kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para jemaah Haji. Mereka dituntut harus selalu menjaga kondisi fisik agar tetap fit.
Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) RI juga sudah mengingatkan para jemaah Haji agar selalu menjaga kondisi kesehatannya selama di Tanah Suci. Hal tersebut disampaikan sebelum pemberangkatan.
Kemenag RI juga sempat mengingatkan kepada jemaah Haji agar lebih banyak minum, baik setelah beraktivitas maupun sebelum beraktivitas.
Hal tersebut diimbau agar para jemaah Haji dapat meminimalisir dampak cuaca panas ekstrem di Arab Saudi. Sehingga, ibadah Haji di Tanah Suci dapat terpenuhi dengan baik. (*)
