Contoh Khutbah Idul Adha Tentang Keteladanan Keluarga Nabi Ibrahim 

JABAR EKSPRES – Melaksanakan sholat Idul Adha harus secara lengkap dengan mendengarkan khutbah Idul Adha hingga akhir, agar bisa bernilai ibadah dan mendapatkan pahalanya. Berikut contoh khutbah Idul Adha  yang bisa dijadikan panduan.

Khutbah Idul adha kali ini  mengambil tema tentang keteladanan keluarga Nabi Ibrahim yang terkenal dengan kesholehannya.

Khutbah Idul Adha ini diambil dari laman nu.or.id berdasarkan tulisan dari  Ustadz Nur Rohmad, Anggota Tim Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur dan Aswaja NU Center PCNU Kab. Mojokerto.
Untuk anda yang membutuhkan contoh Khutbah untuk mengisi ceramah setelah Sholat Idul Adha, bisa menggunakan tulisan ini sebegai referensinya.

Berikut Khutbah Idul Adha tentang keteladanan keluarga Nabi Ibrahim :

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا، وَنَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ، وَنَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا رَسُولُ اللّٰهِ، وَرَحْمَتُهُ الْمُهْدَاةُ، صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الأَمِيْنِ، وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الطَّيِّبِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ أَمَّا بَعْدُ، فَأُوصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ، القَائِلِ فِي كِتَابِهِ الكَرِيْمِ: اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُࣖ (الكوثر)

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Mengawali khutbhah id pada pagi hari yang penuh keberkahan ini, khatib berwasiat kepada kita semua, terutama kepada diri khatib pribadi, untuk senantiasa berusaha meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Kapan pun dan di mana pun kita berada serta dalam keadaan sesulit apa pun dan dalam kondisi yang bagaimana pun, dengan cara melaksanakan segenap kewajiban dan menjauhi segala larangan Allah ta’ala. Allahu Akbar (3x) walillahilhamdu.

baca juga : Contoh Khutbah Idul Adha  tentang  Hikmah Berkurban dan Aturan-aturannya

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Keluarga Nabi Ibrahim adalah keluarga yang saleh.
Sang ayah, yaitu Ibrahim, serta istri dan kedua putranya, semuanya adalah hamba-hamba yang saleh.
Saleh (shalih) artinya memenuhi hak Allah dan hak sesama hamba.
Kesalehan tidak akan dicapai kecuali dengan ilmu dan amal.
Tanpa ilmu, seseorang tidak akan mampu beramal dengan benar sesuai tuntunan syariat.
Dan ilmu tanpa amal tidak akan mendekatkan diri kepada Allah dan tidak akan mengantarkan seseorang menjadi pribadi yang saleh.

Ada banyak sekali sisi kesalehan keluarga Nabi Ibrahim yang dapat kita teladani.
Di antaranya adalah hal-hal sebagai berikut.

Pertama, Nabi Ibrahim sangat kuat memegangteguh akidah dan syariat.

Allah berfirman:

مَاكَانَ اِبْرٰهِيْمُ يَهُوْدِيًّا وَّلَا نَصْرَانِيًّا وَّلٰكِنْ كَانَ حَنِيْفًا مُّسْلِمًاۗ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ (آل عمران: ٦٧)

Maknanya: Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan pula seorang Nasrani, melainkan dia adalah seorang yang memegang teguh Islam. Dia bukan pula termasuk (golongan) orang-orang musyrik. (QS Ali Imran: 68)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan