Perangi Narkoba, 6 Kelurahan di Kota Bogor jadi Pilot Project Bersinar

Perangi Narkoba, 6 Kelurahan di Kota Bogor jadi Pilot Project Bersinar / Yudha Prananda
Perangi Narkoba, 6 Kelurahan di Kota Bogor jadi Pilot Project Bersinar / Yudha Prananda
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berkolaborasi dengan jajaran kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) menggalakan program perang melawan narkoba untuk menyelamatkan generasi muda penerus bangsa.

Sebanyak 6 kelurahan dari 6 kecamatan di Kota Bogor ditunjuk menjadi pilot project kelurahan Bersih Narkoba (Bersinar).

“Diharapkan kelurahan yang ditunjuk berhasil melaksanakan tahapan-tahapannya dan terus mengikuti langkah-langkahnya. Sehingga, bisa di duplikasi dan di replikasi kelurahan-kelurahan lain di Kota Bogor,” ungkapnya dikutip Jumat, 23 Juni 2023.

Baca Juga:Polemik Al-Zaytun! Tim Investigasi Panggil Pimpinan Ponpes, Panji Gumilang Bakal Hadir Siang IniDitemukan Selamat usai 18 Hari Hilang, Tel-U Tunggu Putu Arjuna Kembali Kuliah

Ia menjelaskan, berdasarkan data dari Polresta Bogor terdapat kelurahan yang kejadian kasus narkobanya cukup tinggi, namun tidak cukup untuk dijadikan Kelurahan Bersinar.

Menurutnya, kelurahan sebagai ujung tombak terdekat di lingkungan terkecil menjadi salah satu dasar pembentukan Kelurahan Bersinar sekaligus corong informasi.

Syarifah menyampaikan, berdasarkan data sebanyak 70 persen yang terkena narkoba adalah usia produktif.

Sebagaimana diketahui negara dibangun oleh orang-orang di usia produktif dan Indonesia saat ini tengah gencar mempersiapkan untuk mencapai Indonesia Emas Tahun 2045 yang membutuhkan tenaga-tenaga dan generasi yang kuat secara mental dan fisik serta bersih.

Dengan begitu, Ia menegaskan kepada semua pihak untuk mencermati tiga lingkungan yang sering dimanfaatkan para oknum pengedar narkoba bagi generasi penerus.

Yakni, lingkungan sekolah atau lingkungan kerja dan lingkungan rumah serta pada lingkungan publik.

Keterbatasan informasi, waktu dan kemampuan dalam pengawasan, sambung Syarifah, dapat disiasati dengan melibatkan banyak pihak. Di antaranya para guru, teman-teman di sekolah dengan memberikan penjelasan terkait bahaya narkoba secara dini.

Baca Juga:18 Hari Menghilang! Putu Arjuna Mahasiswa Telkom Ditemukan Selamat di Rancabuaya GarutDugaan Pungli dan Ajakan Asusila, Oknum Perangkat Desa di Kabupaten Bandung Kena SP1

“Untuk lingkungan rumah, peran para orang tua berpartisipasi untuk mencegah atau mendeteksi anggota keluarga. Lingkungan terakhir adalah lingkungan publik yang berada diluar pengamatan,” sebutnya.

0 Komentar