JABAR EKSPRES – Israel berencana membagi Masjid Al-Aqsa. Warga Palestina turut khawatir yang mendalam atas rencana pengesahan RUU yang akan disahkan
Palestina memohon dukungan dari beberapa negara, termasuk Indonesia, Turkiye, Malaysia, dan Mesir. Permintaan ini disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Palestina Mohammed Shtayyeh kepada Indonesia, seperti yang dilaporkan oleh Arab News.
Shtayyeh mengeluarkan peringatan kepada otoritas Israel agar tidak meloloskan RUU yang diajukan oleh anggota Partai Likud, Amit Halevi, ke Knesset Israel dalam beberapa hari mendatang. Pernyataan tersebut diungkapkannya pada awal sidang Kabinet di Ramallah.
Baca Juga:Siap-siap Jatuh Cinta! Warna Honda Scoopy Stylo 160 2023 dengan Paduan Retro dan Trendy yang Menggoda!Segera Temukan Rahasia Website Penghasil Saldo DANA Gratis Hingga Rp200 Ribu!
“Dampaknya akan sangat memicu kemarahan yang tak terduga, mengingat betapa pentingnya Masjid Al-Aqsa bagi rakyat Palestina, Arab, dan Muslim. Keberkahan dan nilai religiusnya tak dapat diabaikan,” tegas PM Shtayyeh.
Palestina dan Yordania, yang memiliki tempat suci Islam dan Kristen, dengan tegas menentang campur tangan atau perubahan apa pun yang dilakukan oleh otoritas Israel di Masjid Al-Aqsa.
Ahmed Al-Ruwaidi, penasihat presiden untuk urusan Yerusalem, dengan tegas mengutuk rencana tersebut sebagai upaya Israel untuk memperkuat kendali atas Yerusalem dan mencaplok Yerusalem Timur sebagai bagian dari wilayah Israel.
