Al-Ruwaidi menyampaikan kepada Arab News bahwa pemerintah sayap kanan Israel sedang berupaya mengurangi peran Palestina di Yerusalem dengan menargetkan lembaga dan tokoh Palestina, serta mempertanyakan perwalian Yordania terhadap situs suci Islam dan Kristen.
“Masjid Al-Aqsa adalah tempat suci bagi umat Islam semata, dan Israel harus menghormati perwalian Yordania atasnya,” tegas Al-Ruwaidi dalam wawancara dengan Arab News.
Dia juga mengungkapkan bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memberikan dukungan kepada aktivis sayap kanan seperti Itamar Ben-Gvir dan Bezalel Smotrich untuk melakukan provokasi di Al-Aqsa dan mengeluarkan pernyataan yang bersifat rasis.
Baca Juga:Siap-siap Jatuh Cinta! Warna Honda Scoopy Stylo 160 2023 dengan Paduan Retro dan Trendy yang Menggoda!Segera Temukan Rahasia Website Penghasil Saldo DANA Gratis Hingga Rp200 Ribu!
“Netanyahu menggunakan isu Masjid Al-Aqsa untuk kepentingan politiknya sendiri,” kata Al-Ruwaidi, sambil memperingatkan bahwa jika terjadi pertempuran agama, dampaknya akan dirasakan oleh semua pihak.
Di tengah perkembangan tersebut, Komite Menteri untuk Urusan Legislatif di Knesset Israel telah menyetujui RUU yang bertujuan untuk mengumpulkan denda yang dikenakan oleh pengadilan militer di TepBahkan ada perkembangan lain yang memperparah situasi.
Komite Menteri untuk Urusan Legislatif di Knesset Israel baru-baru ini menyetujui RUU yang bertujuan untuk mengumpulkan denda yang dikenakan oleh pengadilan militer di Tepi Barat kepada warga Palestina, serta denda lalu lintas yang dikumpulkan oleh polisi Israel, lalu mentransfernya ke perbendaharaan pemerintah Israel. RUU tersebut kemungkinan akan segera diputuskan dalam sidang pleno Knesset.
