7 Tempat Wisata Retro di Indonesia yang Instagramable, Terasa Kembali ke Masa Lampau

7 Tempat Wisata Retro di Indonesia yang Instagramable, Terasa Kembali ke Masa Lampau
7 Tempat Wisata Retro di Indonesia yang Instagramable, Terasa Kembali ke Masa Lampau
0 Komentar

Rekomendasi tempat wisata retro di Indonesia selanjutnya berada di daerah istimewa Yogyakarta. Kawasan Kotagede menggambarkan nilai-nilai sejarah dan budaya melalui arsitektur rumah tinggal dan kehidupan sosial masyarakatnya. Rumah-rumah tradisional di Kotagede dapat dibedakan menjadi dua gaya, yaitu rumah Kalang (Sudagaran) dan rumah tradisional Jawa (rumah Joglo).

Rumah Kalang memiliki pengaruh arsitektur Eropa yang disesuaikan dengan budaya dan lingkungan sekitar. Di sisi lain, rumah-rumah tradisional memiliki ciri khas atap joglo yang tinggi atau meruncing di bagian tengah yang disebut brunjung, serta konsol kayu berukir yang disebut bahu dhanyang.

Salah satu hal menarik adalah halaman rumah-rumah lama di Kotagede biasanya dibatasi oleh pagar tembok yang tinggi dengan satu gerbang utama, sehingga jalan-jalan di perkampungan dikelilingi oleh pagar-pagar tersebut. Dilihat dari segi arsitektur, bangunan di Kotagede mencerminkan tiga periode bersejarah yang memiliki pengaruh besar di wilayah ini.

Baca Juga:Saksi Ungkap Detik-Detik Helikopter Jatuh di Ciwidey, Begini Keadaan KorbanPolisi Jelaskan Kenapa Mario Dandy Pakai Kabel Ties Sendiri: Jadi Gini

Pertama, masa Mataram awal (Abad XVII) yang dipengaruhi oleh budaya Hindu-Jawa-Islam. Kedua, masa Kotagede yang bercorak Jawa-Islam. Dan ketiga, masa awal abad ke-20 yang menggabungkan elemen-elemen Jawa dengan pengaruh Indische (Belanda) yang khas.

  1. Kota Tua Jakarta

Tempat wisata bernuansa retro yang sudah sering kamu dengar tentunya Kota Tua Jakarta. Tempat wisata ini juga dikenal dengan sebutan Batavia Lama (Oud Batavia), adalah sebuah area kecil di Jakarta, memiliki luas sekitar 1,3 kilometer persegi yang melintasi wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat.

Wilayah ini juga dijuluki sebagai “Permata Asia” dan “Ratu dari Timur” pada abad ke-16 oleh para pelaut Eropa. Jakarta Lama dianggap sebagai pusat perdagangan bagi benua Asia karena lokasinya yang strategis dan kekayaan sumber daya yang melimpah pada masa tersebut.

Di kawasan ini terdapat beragam bangunan tua yang masih terawat dengan baik, masing-masing memiliki sejarahnya sendiri. Hal ini tentu memberikan pengalaman edukatif bagi setiap pengunjung yang datang.

0 Komentar