Ia menuturkan, Danone Indonesia akan memimpin kampanye nasional untuk pendidikan daur ulang yang menjangkau 100 juta konsumen serta 5 juta anak-anak pada 2025. Selain itu, dengan menggunakan 100 persen kemasan yang dapat digunakan kembali, dapat didaur ulang atau dijadikan kompos pada 2025.
“Target lainnya adalah untuk meningkatkan kandungan bahan daur ulang dalam kemasan botol hingga 50 persen pada 2025,” tutur Karyanto.
Salah seorang pemudik Sasa mengaku sangat terbantu dengan kampanye Danone Aqua ini. Menurutnya, keberadaan dropbox plastik bekas itu memudahkan para pemudik untuk membuang sampah plastik sambil menjaga kebersihan lingkungan.
Baca Juga:Fokus pada Eksekusi Strategi Go-to-Market yang Tepat, Kinerja Indosat Ooredoo Hutchison Melesat Tumbuh Dua Digit pada Kuartal I 2023Selama Libur Lebaran, Kunjungan Ke Masjid Raya Al Jabbar Mencapai 124.758 Orang
“Musim mudik kali ini saya banyak bawa perlengkapan makan berbahan plastik, tapi bingung kan mau buang sampah di mana. Adanya dropbox sampah plastik ini membantu sekali saya untuk membuang botol plastik,” katanya.
Setali tiga uang, Jodi (24) juga mendapatkan keuntungan dari kegiatan tersebut. Pemudik asal Wonogiri, Jawa Tengah ini mengaku mendapatkan informasi tambahan terkait pengelolaan sampah dan dampaknya terhadap lingkungan.
Dia menilai, keberadaan dropbox itu juga memudahkan dirinya untuk mengumpulkan sampah plastik bekas pakai. Jodi menilai positif kampanye bijak sampah yang dilakukan Danone karena dapat mendorong masyarakat lebih memperhatikan saat membuang sampah plastik.
Pemudik lainnya, Samikun (54) mengapresiasi kampanye bijak sampah tersebut. Pemudik asal Pemalang ini menilai kegiatan itu dapat memberikan edukasi ke generasi selanjutnya sambil membiasakan mereka membuang sampah pada tempatnya dan sesuai kategori.
“Dari kegiatan ini anak saya jadi belajar tidak hanya bagaimana membuang sampah yang benar tapi juga bermanfaat bagi warga lainnya,” kata Samikun yang mudik bersama keluarga besarnya ke Kebumen, Jawa Tengah. (*)
