BMKG Prediksi Bandung Raya Hadapi Kemarau, Potensi Kekeringan dan Bahaya Paparan Sinar UV

Para pengendara motor kesulitan melihat akibat gersangnya jalan dan beterbangannya debu di wilayah Bandung Raya. (DOK/JABAR EKSPRES)
Para pengendara motor kesulitan melihat akibat gersangnya jalan dan beterbangannya debu di wilayah Bandung Raya. (DOK/JABAR EKSPRES)
0 Komentar

Kendati demikian, Ayu mengimbau, supaya masyarakat tidak perlu panik secara berlebihan, sebab kondisi suhu maksimum dengan kisaran tersebut, masih tergolong pada kondisi normal.

“Masih normal, di mana perubahan suhu maksimum harian masih bisa terjadi dalam skala waktu harian, bergantung kondisi cuaca atau tingkat perawanan di suatu wilayah,” imbuhnya.

Ayu menerangkan, secara karakteristik suhu panas yang terjadi di wilayah Indonesia, merupakan fenomena akibat dari adanya gerak semu matahari yang kategorinya suatu siklus biasa dan terjadi setiap tahun.

Baca Juga:Volume Sampah di Bandung Naik jadi 724 Ton Usai LebaranPasca Idulfitri, Pemkot Bandung Soroti Lonjakan Pendatang

“Dalam menghadapi kekeringan atau kekurangan air bersih di Bandung Raya, masyarakat diimbau untuk dapat memanfaatkan surplus air hujan pada bulan April ini,” terangnya.

“Diharapkan masyarakat spaya bisa lebih melakukan manajemen air dengan baik,” pungkas Ayu. (bas)

0 Komentar