Kasihan! Harga Tiket Meroket, Warga Gagal Mudik

JABAREKSPRES – Sejumlah warga mengeluhkan naiknya harga tiket mudik lebaran yang mencapai lebih dari 100 persen. Bahkan, dari mereka ada yang gagal mudik lantaran harga tiket angkutan yang dijual tak mampu dijangkau.

Wajar saja, tidak sedikit warga harus gagal mudik. Pasalnya, sejak hari ini Rabu 12 April 2023, harga tiket untuk Bus jurusan Bandung-Surabaya misalnya, sudah dijual Rp 530 ribu. Bahkan, harga tersbut bisa lebih mahal lagi hingga Rp 820 ribu. Padahal, harga normal untuk jurusan tersebut di bawa Rp 300 ribu.

Iqbal (35), warga Cikutra, Kota Bandung itu menilai, naikknya harga tiket tersebut sangat tidak wajar mengingat perekonomian masih sulit dan baru akan tumbuh pasca pandemi Covid-19.

Ia pun menyoroti soal peran pemerintah yang juga dinilai tidak punya kendali untuk membela warganya dalam hal ini.

“Ekonomi masih susah tapi tiket naiknya gak karuan. Peran pemerintah untuk membela warga juga gak kelihatan ya,” keluh Iqbal, kepada Jabar Ekspres, Rabu 12 April 2023.

Lebih jauh Iqbal mengatakan, dirinya berencana akan melaksanakan mudik lebaran bersama istri dan dua anaknya pada H-2 depan. Akan tetapi, ia menambahkan, rencana mudik tersebut masih ragu-ragu mengingat harga tiket yang terus melambung tinggi.

“Tak kira harga tiket bisa terjangkau seperti har-hari biasanya. Sudah saya hitung-hitung, kalau naiknya gak terlalu tinggi masih bisa dijangkau, tapi kalau dilihat harga yang sekarang sepertinya gak jadi mudik,” kata Iqbal.

Iqbal bersama istri dan dua anaknya itu berencana mudik lebaran dengan tujuan dari Bandung ke Sidoarjo, Jawa Timur. Iqbal rencanya memilih transportasi Kereta Api untuk melaksanakan mudik tersebut.

“Harga tiket itu kalua hari biasa hanya Rp 94 ribu, sekarang malah ada yang sampai Rp 900 ribu. Saya lihat di online, harga paling murah Rp 550 ribu,” sebutnya.

 

Warga Keluhkan Harga Tiket Mahal

Naiknya harga angkutan mudik lebaran tentunya sulit dijangkau bagi warga dengan ekonomi lemah seperti Iqbal. Iqbal sebagai karyawan swasta yang hanya menerima gaji pas-pasan setiap bulannya, tidak mampu menjankau harga tiket yang dinilai tidak wajar.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan