Pergerakan Tanah di Sukamakmur, Akses Jalan Perbatasan Cianjur Masih Belum Dibuka

JABAR EKSPRES – Akses jalan perbatasan Cianjur masih belum dibuka imbas pergerakan tanah yang terjadi di Kampung Cibitung RT 02/06, Desa Wargajaya, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor pada Selasa, 28 Maret 2023.

Camat Sukamakmur Bakri Hasan menyampaikan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan instansi terkait.

“Sampai saat ini kita masih menganalisa sejauh mana pergerakan tanah ini masih terjadi atau tidak. Kemarin sudah ada hasil analisa dari BPBD sekarang stagnan,”kata Bakri Hasan saat dihubungi Jabarekspres.com Selasa 11 Maret 2023.

Bakri Hasan menambahkan, jika sudah tidak ada lagi pergerakan tanah di wilayahnya, maka akan dilakukan perbaikan jalan di perbatasan kabupaten Bogor dengan Cianjur tersebut agar bisa dilalui kendaraan roda empat.

“Kalo nanti itu sudah tidak ada lagi pergerakan, maka akan dilakukan perbaikan jalan. Akses jalan hingga saat ini masih tertutup, terkecuali untuk roda dua. Roda empat ditutup sementara karena itu perlu diperbaiki lagi,”tambahnya.

Ia berharap Minggu masyarakat dapat melintasi jalan tersebut.

“Insyaallah minggu ini kalo tidak ada pergerakan tanah akan diperbaiki dan bisa digunakan baik untuk mudik atau wisata,”lanjut.

Pergerakan tanah ini sering terjadi di wilayah Kecamatan Sukamakmur yang disebabkan oleh kontur tanah yang lagi. Serta banyaknya penebangan pohon.

Selain itu, Sukamakmur sendiri menjadi wilayah zona merah rawan bencana baik longsor maupun pergerakan tanah.

Ada beberapa titik yang rawan dan sering pergerakan tanah, yakni Desa Warga Jaya, Cibadak, Sukamulya dan lainnya.

Pemerintah Kecamatan Sukamakmur sendiri terus melakukan analisis lokasi yang rawan pergerakan tanah, bahkan, dibuatkan pos pantau.

Masih kata Bakri Hasan perlu dilakukan penanaman pohon kembali sebagai upaya untuk mengantisipasi bencana yang kerap kali terjadi di wilayah Kecamatan Sukamakmur .

“Satu hal penanaman atau penghijauan perlu dilakukan kembali, kita sudah pesan sebanyak 2000 bibit pohon,”sambungnya.

Tak hanya itu, ia pun geram banyak orang yang tidak bertanggung jawab memotong pohon dan tidak dilakukan penanaman kembali.

“Harus dilestarikan pohon banyak  yang ditebang tapi tidak ditanam lagi sudah mah Konsul tanah labil, ditambah masalah itu,”pungkasnya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan