Kerja di Tengah ‘Elektabilitas’, Erick Thohir Dapat Pesan dari Ketum PAN

Erick Thohir Beberkan Alasan BUMN Tidak Sponsori Formula E
Menteri BUMN Erick Thohir (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
0 Komentar

MENTERI BUMN, Erick Thohir diingatkan untuk terus menjaga kinerja. Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan (Zulhas) berpesan, di tengah peningkatan elektabilitas, Erick mesti turut menjaga reputasinya.
Diketahui sebelumnya, elektabilitas Erick Thohir sebagai calon wakil presiden sedang meningkat. Berdasarkan data hasil survei Indikator Politik Indonesia periode Februari-Maret 2023, yakni dari 8,8 persen pada Desember 2022 menjadi 12,9 persen pada Februari-Maret 2023.

Melihat tren positif tersebut, Zulhas pun mengaku bahagia. Menurutnya, peningkatan elektabilitas itu menandakan bahwa Erick Thohir semakin diterima oleh masyarakat sebagai sosok cawapres.

“Senang dan gembira elektabilitas Erick Thohir atau sahabat Etho meningkat. Hal ini menjadi tanda bahwa figur sahabat Etho juga semakin meningkat diterima oleh masyarakat Indonesia karena nilai elektoral adalah ukuran dari besaran aspirasi masyarakat yang dipotret secara kuantitatif melalui survei,” ungkap Zulhas dilansir dari ANTARA, Senin (27/3).
“Semoga saja sahabat saya Etho (Erick Thohir) dapat menjaga kinerja dan reputasinya agar terus dapat membawa manfaat bagi kemajuan bangsa dan negara,” sambungnya.

Baca Juga:Sikapi Peluncuran Rudal Korut, Kapal Perang AS Tiba di KorselPolri Serius Cegah Masuknya Pakaian Bekas Impor

Dirinya lalu memandang peningkatan elektabilitas Erick Thohir itu didasari oleh peningkatan kerja saat memimpin BUMN. Ia menilai kinerja Erick di BUMN telah berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional. Ia juga berpendapat Erick merupakan sosok yang memiliki pemikiran terbuka, mampu menerima gagasan baru, pintar, dan profesional.

“Di samping itu, sahabat saya Etho adalah sosok yang memiliki pemikiran terbuka, mampu menerima gagasan baru, pintar, profesional, dan mencintai olahraga. Sebagian masyarakat tentu akan menyukai figur seperti Etho sehingga wajar jika elektabilitasnya meningkat,” tambahnya.

Survei Indikator Politik Indonesia tersebut dilakukan dalam dua periode. Periode pertama dilakukan pada 9-16 Februari dengan melibatkan sebanyak 1.220 responden. Kedua, survei berlangsung pada 12-18 Maret dengan 800 responden.

Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional. Pada periode pertama, metode yang digunakan adalah simple random sampling dengan toleransi kesalahan sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sementara itu, pada periode kedua, toleransi kesalahan berkisar 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, pendaftaran bakal calon presiden dan wakil presiden dijadwalkan dimulai pada 19 Oktober sampai dengan 25 November 2023.

0 Komentar