Layanan Internet Banking BRI Dialihkan ke Aplikasi BRimo

JAKARTA – Untuk meningkatkan kenyaman nasabah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) atau BRI sudah menghentikan layanan internetBanking dan diganti dengan Super Apps BRImo atau Aplikasi BRImo mulai 28 Februari 2023 lalu.

Direktur Jaringan dan Layanan BRI Andrijanto mengatakan Super Apps BRImo Atau Aplikasi Brimo merupakan langkah BRI dalam melakukan transformasi digital.

‘’Super Apps BRImo akan memberikan kemudahan layanan transaksi dengan sangat mudah dan simpel,’’ Kata Adrianto dalam keterangannya.

Menurutnya, Super Apps BRImo didesain memiliki fitur-fitur yang sangat lengkap. Sehingga, dapat memudahkan nasbah dalam bertransaksi berbagai keperluan.

Aplikasi BRImo memiliki lebih dari 100 fitur yang memberikan layanan keuangan secara digital dengan tingkat keamanan yang selalu diperbaharui.

Aplikasi BRImo telah mendapat sertifikat ISO 20000-1:2018 dari Robere & Associate dan telah melalui uji security seperti penetration test secara berkala

‘’Ini untuk memastikan keamanan transaksi yang dilakukan oleh nasabah pengguna Aplikasi BRImo,’’ujar Adrianto.

Selain itu, untuk tingkat kepuasan pengguna Supper Apps Brimo atau aplikasi BRImo terus mengalami pertumbuhan signifikan. Tercatat pada 2022 lalu, transaksi mencapai Rp 1,82 Miliar atau tumbuh 110 persen (yoy).

Sedangkan untuk volume transaksi mencapai Rp2.669 Triliun. Nilai ini terus mengalami pertumbuhan 98,48 persen  (yoy).

Untuk pertumbuhan jumlah user mengalami peningkatan. Pada 2022 tercatat sebesar 68,46% yoy menjadi 23,8 juta user.

‘’Sementara untuk mencatatkan Fee Based Income (FBI) diperoleh sebesar Rp1,59 triliun”, ungkap Andrijanto.

Mobile Banking ini juga terus melakukan update, baik dari sisi infrastruktur maupun arsitektur IT. Hal tersebut dilakukan aga terus mengakomodir kebutuhan pertumbuhan transaksi nasabah.

Untuk transaksi digital BRI sendiri telah mencapai 98 persen dari total transaksi, sementara untuk transaksi di jaringan kantor atau unit kerja BRI hanya bersisa sekitar 2 persen saja.

Untuk itu, diprediksi transaksi di kantor konvensional akan terus menurun sesuai dengan journey digitalisasi masyarakat Indonesia. Untuk itu, BRI akan terus melakukan penataan jaringan kerja, baik menambah atau mengurangi.

‘’Ini dilakukan agar lebih produktif dan efisien namun tetap efektif dalam memberikan layanan perbankan,’’ cetus dia.

Andrijanto menambahkan,  pihaknya menerapkan konsep hybrid bank dalam perbaikan bisnis proses, inovasi model bisnis, serta tata kelola jaringan kerja.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan