Kekerasan Anak dan Perempuan di Bandung Barat Masih Terjadi, Pelecehan Seksual Mendominasi

Jabarekspres.com – Kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali marak terjadi. Dalam kurun dua bulan terakhir, tercatat ada 14 kasus kekerasan yang terungkap .

Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, serta Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Bandung Barat menyebutkan pelecehan seksual adalah kasus paling menonjol dibandingkan dengan kasus lainnya seperti KDRT dan penelantaran atau trafficking.

”Kita terima laporan dan pendampingan sebanyak 14 kasus sepanjang bulan Januari-Februari 2023. Dominan kasus pelecehan seksual,” jelas Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) DP2KBP3A KBB, Rini Haryani, Rabu (22/2).

Rini menyebutkan, dari 14 kasus yang ditangani itu, empat kasus terbaru sangat memilukan. Pasalnya, yang menjadi korban adalah anak-anak di bawah umur.

Dia membeberkan, kasus pertama terjadi menimpa seorang anak kelas 6 sekolah dasar (SD) di wilayah Kecamatan Lembang. Anak yang masih belia ini sekarang hamil dua bulan, akan tetapi pelakunya belum diketahui.

Peristiwa miris yang menimpa anak di bawah ini terjadi di Kota Bandung, akan tetapi korban merupakan penduduk Bandung Barat. ”Untuk kasusnya, saat ini sedang ditangani aparat kepolisian Kota Bandung,” terangnya.

Kemudian kasus yang kedua, terjadi pada seorang pelajar putri kelas 2 SMP di daerah Kecamatan Cikalongwetan. Korban diduga menjadi korban pemerkosaan secara bersama-sama.

”Para pelakunya sendiri, belum diketahui. Saat ini, pihak aparat kepolisian sedang mencari para pelakunya. Begitu juga dengan pak camat yang gercep (gerak cepat),” jelasnya

Sementara kasus ketiga, menimpa belasan santriwati di wilayah Cikalongwetan. Para korban, mendapat tindakan pencabulan dari salah seorang ustadz di sebuah pesantren wilayah itu. ”Sampai sekarang diketahui korbannya ada 17 orang. Itu berdasarkan pelaporan orang tua korban,” sebutnya.

Terbaru, informasi yang diterima PPA DP2KBP3A KBB ada dua anak korban sodomi. Rini belum bisa untuk menjelaskan korban dan pelakunya dari wilayah mana, dan kronologisnya seperti apa.

”Saya baru terima, laporannya barusan sekitar pukul 18:00 WIB (Selasa 21/2), ada kasus sodomi. Korbannya baru kebuka dua orang. Baru itu saja laporannya,” ungkapnya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan