JABAREKSPRES – Seorang siswi SMP di Denpasar Bali ditemukan tewas bunuh diri dengan cara tergantung didalam kamar rumahnya kawasan Jalan Dauh Puri, Denpasar Barat. Siswi tersebut ditemukan oleh ibu kandungnya sendiri.
Siswi SMP berusia 14 tahun ini ditemukan dalam kondisi leher terikat tali dan masih memakai seragam sekolah lengkap, pada selasa(1/2) sekitar pukul 19.45 WITA.
Meski belum jelas motif remaja tanggung ini memilih mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, namun dari secarik kertas yang ditingggalkannya sebelum aksi bunuh diri, dia sempat menitipkan pesan kepada sang Ibu.
Baca Juga:Dapat Saldo DANA Rp150 Ribu Gratis, langsung Masuk ke HPmu Sekarang JugaLink Tes Ujian Psikopat Terbaru, Lihat Apakah Kamu Punya Jiwa Psikopat yang Terpendam
Dilansir dari Radar Bali, menurut keterangan sang ibu yang pertama kali menemukannya, siswi berisinial S ini sama sekali tidak menunjukkan gelagat mencurigakan sebelumnya. Namun Sang ibu yang merasa anaknya tidak keluar kamar lalu berinisiatif melihatnya.
Namun alangkah terkejutnya saat menemukan sang anak sudah tergantung didalam kamarnya. Sang ibu sempat berusaha menyelamatkannya dengan memotong tali yang mengikat leher anaknya dan menaruhnya ditempat tidur.
Lalu bersama tetangganya membawa sang anak ke RSAD di Jalan Sudirman agar bisa diselamatkan. Namun menurut petugas IGD yang memeriksanya, menyatakan bahwa S sudah meninggal dunia dan tidak bisa lagi diselamatkan.
Saat kamar sang anak diperiksa, ternyata ada secarik kertas yang mungkin ditulisnya sebelum melakukan aksi bunuh diri tersebut. Dalam tulisan tersebut S menyatakan minta maaf kepada sang ibu dan meminta ibunya tidak lagi marah-marah.
Selain itu ada satu permintaannya agar jasadnya tidak di aben atau dibakar dalam tradisi Bali, namun dia minta agar jenazahnya dikubur supaya bisa ditengok kuburannya.
Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadana membenarkan peristiwa tragis tersebut. Dari hasil penelusurannya diketahui motif anak SMP tersebut melakukan bunuh diri.
“Motifnya diduga karena tidak diizinkan ikut kegiatan di sekolahnya. Terkait ini kami masih dilakukan pendalaman,” pungkasnya.
