Nunut Besar

 

Fiona Handoko

tadi antar ibu ke rs, kontrol ke dokter jantung pakai bpjs. walah, dapat no antrian 80. dokternya hanya 1. berarti kalau 1 pasien 5 menit. ibu harus antri hampir 7 jam. dipikir lagi, kalau dokter praktek di poli 7 jam, lalu kapan bisa visit pasien opname? kapan bisa menangani operasi? kapan bisa nyelani kasus urgent di ugd?

 

Saifudin Rohmaqèŕqqqààt

Dulu istri ada gangguan nafas. Kalau tidur bantal harus tinggi. Biar nafas lancar. Kata dokter, mungkin ada sumbatan. Akhirnya diputuskan untuk ikut olahraga pernafasan. Alhamdulillah, sembuh. Tapi ada efek positifnya. Badannya jadi kencang. Sehingga aliran darah lancar. Apa akibatnya? Akibatnya urusan hubungan suami istri tambah kenceng juga. Ampun deh, saya jadi kewalahan. Pengalaman yg bahagia he he he….

 

Jhel_ng

Dokter lulusan luar negeri, dengan peralatan yang lengkap melayani pasien di dalam negeri dengan peralatan seadanya. Sejawatnya berkata, “Tu kan, teori dan praktik berbeda. Apa yang dipelajari berbeda dengan yang nyata dikerjakan.” Seorang doktor fisika pulang dari studi di luar negeri, dengan peralatan karakterisasi yang lengkap. Di sini peralatan sangat terbatas. Komentar orang2, “Tu kan, teori dan praktiknya berbeda. Makanya apa yang dipelajari belum tentu berguna di kehidupan nyata.” “Ah cuma teori”. Itu komentar umum. Tapi sebenarnya komentar seperti itu sungguh menyimpang. Teorinya tetap sama, alat dan kelengkapannya yang berbeda. Yang berbeda sama-sama di ranah “praktik”, teorinya tetap sama. Kalau terkesan tidak sama, semata2 ada teori lain yang melengkapi, yang belum dipelajari. Bahkan bisa jadi teori baru jika baru dirumuskan. Tapi itu tidak menyingkirkan teori lama. Semua perlu dicatat baik2.

 

ALI FAUZI

Para pendekar pers, seperti Pak DIS, juga sudah saatnya turun gunung. Dalam 10 tahun terakhir ini Dewan Pers sudah mengeluarkan belasan ribu sertifikat bagi wartawan yang lulus UKW (Ujian Kompetensi Wartawan). Tapi dalam 10 tahun terakhir ini pula arah pemberitaan pers makin jauh dari fungsi pers itu sendiri (untuk: kontrol sosial, pendidikan dan hiburan).

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan