Tanah Maribaya Lembang Jadi Saksi Kegelapan Masa Lalu

Cinta, Seni dan Politik Hiasi Perjalanan Hidup Entun

 

 

“Rupanya yang dijadikan ukuran bagi kecantikan bagi perempuan itu bukan memasak yang pernah diajarkan oleh orangtuaku dulu, melainkan memelihara kecantikan yang dicontohkan bintang-bintang filem,” tulis Utuy Tatang Sontani, dalam kumpulan cerpen Menuju Kamar Durhaka (2002).

 

Akmal Firmansyah, KBB, Jabar Ekspres

 

 

Dalam cerpen Menuju Kamar Durhaka itu adalah kisah salah seorang perempuan yang ia benci pada suaminya karena  kecanduan main ke lokalisasi hingga meretakkan hubungan rumah tangga mereka.

Lalu si perempuan tersebut ribut dan minggat dari rumah. Karena penasaran, perempuan tersebut pergi ke tempat lokalisasi. Ternyata menurutnya, standar kecantikan menjadi salah satu faktor keretakan rumah tangga-nya.

Utuy Tatang Sontani merupakan salah seorang sastrawan Sunda yang lahir di Cianjur pada tahun 1929 di Cianjur. Dia banyak menulis novel dalam bahasa Sunda dan Indonesia.

Berbeda dengan kisah Menuju Kamar Durhaka yang ditulis Utuy. di Lembang, tepatnya di Kampung Maribaya, Desa Langensari, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ada kisah cinta antara Entun Suryana Alamsyah (74) yang menyelamatkan kekasih dari lokalisasi. Kemudian dituduh Gerwani (Gerakan Wanita Indonesia) karena kedekatannya Entun dengan seniman pemahat patung Lekra yaitu Tubagus Chutbani.

“Istri saya juga dituduh Gerwani, pernah ditahan di jalan Jawa, Bandung. Karena nga-grup ke Chutbani, karena dia Lekra tahanan politik,” kata Entun saat ditemui oleh Jabarekpres di Lembang, Senin (16/1/23).

Karena tuduhan itu akhirnya Entun menjemput sang istrinya bernama Yosephine, dan mentanda-tangani surat pernyataan bahwa tidak ada sangkut paut dirinya dengan Lekra dan Gerwani, semua itu hanya tuduhan saja.

Kedekatannya dengan Tubagus Chutbani hanya sebatas teman dalam bekerja saja, karena waktu itu, menurut Entun banyak tahanan politik (tapol) eks-PKI kelas B di zaman Orde Baru yang dipekerjakan oleh Bupati Bandung Lili Soemantri.

“Ada sekitar 300 tapol di sini (Lengansari) dan dipekerjakan di Maribaya, salah satunya satunya Chutbani,” tuturnya.

Menurut Entun, Chutbani banyak mengerjakan pemahatan patung-patung ikonik di Maribaya pada masa-nya, salah satunya patung berbentuk arca dan relief yang berada di Maribaya, Lembang.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan