Kumpulan Quotes ‘Queen’ Megawati yang Bermanfaat hingga Kontroversial

  1. Harapan untuk semua Partai Politik

“Organisasi politik itu adalah untuk membangun Indonesia Raya bukan mencari kemenangan.”

  1. Nasihat Megawati untuk anak-anaknya

“Jadi ketika saya mau punya mantu nih, saya sudah bilang sama anak saya tiga (orang), awas loh kalau nyarinya yang kayak tukang bakso.”

  1. Ketika mengingatkan kepada banyak orang tentang darah dagingnya.

“Tahu ndak Bapak saya siapa?”

“Memangnya saya itu bisa milih saya mau dijadikan anak siapa? Saya memang anaknya Bung Karno. Itu perkataan menurut saya hebat.” [HUT PDIP ke-50 2023]

  1. Miris dengan pejabat yang bayak tertangkap kasus korupsi

“Menurut saya itu (sekarang) mulai wabah yang namanya apa korupsi berjamaah. Dulu itu bayangkan lho sejarah PDI waktu itu memang berliku. Seperti apa ya, mau turun ke bawah (ke rakyat) aja itu benar-benar sulit lho. Kan mesti minta izin ya nama Polisi lah sama inilah. Itu banyak anak-anak itu yang katakan ditangkap loh sama polisi. Ini cerita dulu, kalau sekarang kita sama polisi udah temenan baik.”

  1. Kader PDIP jangan bertujuan untuk menjadi kaya

“Coba dong, apa kalian gak punya perasaan ya kalian nggak punya rasa iba ya? yang dipikir hanya ‘bagaimana saya mau kaya’, ‘bagaimana saya mau jadi ini tapi terus itu untuk berkuasa’. Nah kalau itu, maaf dengan segala hormat lebih baik mundur dari PDI Perjuangan.”

  1. Megawati mengaku pernah dijuluki Ratu Preman

“Tahu ndak, zaman dulu ibumu ini (menunjuk pada diri sendiri) dikasih nama ratu preman?”

“Itu dipanggilnya kalau kodenya semut-semut merah (pasukan PDIP) terus yang lucu kita dulu tempur kamu tuh, sekarang enak mabruk-mabrok semut-semut merahnya sudah datang apa belum? Gitu, kan? terus yang terutama Ratu premannya ada di mana? Panggilannya Ratu preman. Keren emang aku banyak anak buahku preman.”

  1. Mengaku bukan komunis

“Saya nggak mau kalau dibilang komunis karena saya nggak pernah ikut. Tapi kalau saya dibilang Soekarnois. YES!” [HUT PDIP ke-50 2023]

  1. Pejabat harus turun mendekati rakyat

“Karena saya turun ke bawah (ke rakyat) saudara-saudara sekalian. Siapa yang tidak mau turun ke bawah? Apa boleh buat karena hanya satu-satunya cara untuk bisa mengumpulkan yang namanya rakyat. Mereka (lawan politik) itu banyak yang tidak mengerti bahwa rakyat itu ada yang disebut ‘massa mengambang’. Belum mengerti mereka mereka mencari.”

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan