3. Lakukan Pemeriksaan Kesehatan
Setelah merasa sedikit tenang, perlahan, bangun kembali diri dan keberanian kamu. Hal ini bisa dimulai dengan melakukan pemeriksaan kesehatan dan ikut konseling. Adapun, tujuan mengikuti program konseling adalah membuat pikiran menjadi lebih tenang sehingga terhindar dari depresi atau gangguan mental lain pasca mengalami pelecehan. Sementara pemeriksaan kesehatan, dilakukan untuk mengetahui risiko penularan penyakit tertentu. Sebab, bisa saja pelaku pelecehan seksual memiliki riwayat penyakit berbahaya yang menular. Tindak pelecehan seksual bisa membuat korbannya mengalami berbagai gangguan psikologis, seperti trauma, takut, stres berat, gangguan cemas, dan gangguan tidur. Masalah tersebut bisa semakin parah jika tidak ditangani.
4. Laporkan Pada Pihak Berwajib
Bagi sebagian orang, mengalami pelecehan seksual mungkin dirasa memalukan sehingga enggan melaporkannya kepada pihak berwenang. Namun, percayalah, melaporkan pengalaman pelecehan seksual yang dialami bisa membantu mengurangi kasus-kasus serupa terulang kembali. Agar lebih mudah, mintalah bantuan dari keluarga dekat atau sahabat untuk memproses laporan tersebut. Pastikan semua bukti dan persyaratan hukum sudah lengkap sehingga memudahkan proses pelaporan tersebut.
Wanita yang menjadi korban kekerasan seksual bisa mengunjungi Komnas Perempuan untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut. Sementara itu, bila yang menjadi korban pelecehan seksual adalah anak-anak, kejadian ini bisa diadukan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
Baca Juga:Lyodra Menang Penghargaan Di AAA 2022, Ini Daftar Pemenangnya, Ada Han So HeeOfficial Teaser Trailer ‘Bayi Ajaib’ Tayang, Ini Sinopsisnya!
Ceritakan segala hal yang terjadi saat pelecehan seksual dilakukan, seperti tempat, waktu, ciri-ciri pelaku (atau jika Anda kenal dengan pelakunya, Anda bisa menyebutkan namanya), dan apa saja yang dikatakan oleh pelaku.
Dengan melaporkan kepada penegak hukum, hal ini nantinya akan dilakukan penangkapan terhadap pelaku hingga nantinya akan diproses hukum sesuai undang-undang. Ini juga penting agar pelaku tidak melakukan tindakan serupa pada orang lain.
Singkirkan pikiran bahwa hal itu terjadi karena salahmu!
