Merekam Berbagai Suara dan Perspektif Masyarakat Atas Berbagai Persoalan Budaya

Editor: Reporter: Eki Buana Putra

BANDUNG – ISBI (Institut Seni Budaya Indonesia) menggelar PJBL (Project Base Learning) atau adalah model pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai media.

Peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar.

Program PJBL tersebut menampilkan pameran seni seperti seni perunjukan (Karawitan, Teater, Musik, Tata Busana dan Tari), ada juga yang menampilkan prakarya seperti seni rupa dan seni lainnya.

Lalu, Prodi Antropologi Budaya sendiri menampilkan “Pameran Karya Etnografi” yang menampilkan hasil karya berupa foto yang bertemakan “Problematika Budaya dalam bingkai” dan juga berupa tulisan yang bertemakan “Lukisan Mendalam: Suara-Suara dari Pinggiran”.

Baca Juga: Kritik Isu Lingkungan, Pascasarjana ISBI Bandung Menampilkan Seni Pertunjukan Teater ICAS-Fest 2022

Beberapa mahasiswi Prodi Antropologi Budaya ISBI Bandung, Farras Rahmaniar Fasya mendeskripsikan apa itu Etnografi.

“Dalam Tulisan Etnografi mendeskripsikan etnografis dari objek yang diteliti, biasanya dituliskan berupa hal unik/khas serta menarik dari objek yang di teliti.

Biasanya peran seorang etnografer itu sendiri mengungkapkan hal yang sebelumnya belum terungkap.

Seperti contohnya apasih makna peristiwa tradisi Sabung Ayam dalam pandangan masyarakat? mungkin bagi masyarakat peristiwa ini merupakan sebuah perjudian, lain hal bagi kami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. Disitu ga di jelasin apa itu Sabung Ayam, mungkin orang awam taunya “Adu Ayam”. Sebenernya makna di balik Sabung Ayam sendiri ada suatu bangunan kultur yang besar, tentang status,tentang kepahlawanan,kejantanan, dan etika sosial yang menjadi dasar pembentukan budaya Bali.