Pengguna Kendaraan Listrik di Bogor Sudah Bisa Lega, SPKLU Telah Hadir di Balai Kota

Editor:

”Motor listrik ini nyaman untuk digunakan dalam aktivitas sehari-hari,” katanya, usai mencoba motor listrik.

Optimis Pengguna Bakal Lebih Banyak

Mengenai ketahanan kendaraan listrik ini, kata dia, dari keterangan penggunaannya, bisa bertahan hingga bertahun-tahun, sama seperti kendaraan pada umumnya.

”Jadi saya optimis banyak yang akan melakukan konversi. Bisa menjual, membeli baru, atau motor lama bisa dikonversi dengan biaya sekitar Rp7 juta,” sebutnya.

Di lokasi yang sama, GM PT PLN Persero UID Jabar, Susiana Mutia menyebutkan, sejauh ini diseluruh Indonesia baru ada 110 SPKLU.

”Selain di Balai Kota, SPKLU di Kota Bogor tahun ini akan bertambah satu titik di Alun-alun kota. Sekarang ini masih dalam tahap pembangunan,” katanya.

Untuk terus membangun ekosistem kendaraan listrik, PLN khususnya unit induk Provinsi Jawa Barat mengajak seluruh unit unit UP3 untuk bersama-sama membangun ekosistem ini.

”Jadi ekosistemnya elektrik style, kita mulai mengajak seluruh, baik itu masyarakat kemudian mitra-mitra kerja kita untuk mulai melakukan energy transition dari energi bbm atau fosil menuju energi yang lebih bersih,” bebernya.

Mengenai sistem pembayaran dan penggunaan SPKLU di Balai Kota ini kata Susiana, menggunakan sistem pembayaran aplikasi dengan PLN Charge.IN Electric vehicle (EV) charging.

”Jadi ini aplikasi khusus mencharge untuk yang mobile, tapi kalau untuk yang motor yang kecil itu menggunakan sistem token seperti token di rumah.  Jadi bisa langsung nanti kita pake mobile l, minta nomor beli berapa, kemudian berapa KWH, kemudian di cas disana,” jelasnya. (yud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *