BANDUNG – Jelang akhir tahun, angka kasus Covid-19 di Jawa Barat kembali mengalami peningkatan.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar angka kasus Covid-19 pada 16 November mengalami penambahan mencapai 1.462 kasus.
Sedangkan untuk jumlah konfirmasi aktifnya, Jabar telah mengalami peningkatan hingga 864 kasus.
Baca Juga:Serapan Anggaran Kabupaten Bogor Baru Capai 60 Persen, Begini Alasannya!Kader PPP Banyak yang Membelot Dukung Anies Baswedan
Sementara untuk kasus meningal sebanyak 3 orang, dan untuk tingkat kesembuhannya sebanyak 594.
Menanggapi hal ini, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, adanya peningkatan kasus Covid-19 telah jadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Khususnya varian baru berjenis XBB.
“Semua jadi perhatian khusus, semua akan dianalisa. Tapi harus ingat, kita menyuntik vaksin sudah lebih dari 400 juta (dosis),” kata Ridwan Kamil.
Pemdaprov Jabar akan terus melakukan monitoring secara berkala ke sejumlah tumah sakit terhadap penyebaran Covid 19 di seluruh wilayah Jabar.
Sementara itu, Dinkes Jabar melalui Ketua Tim Survailance dan Imunisasi Dinkes Jawa Barat Dewi Ambarwati menuturkan, kondisi penyebaran Covid 19 varian XBB di Jabar saat ini telah dinyatakan membaik.
Untuk varia XBB ditemukan ada kasus di Kabupaten Bogor dan satu kasus di Kota Bandung.
‘’Semuanya sudah ditangani dan saat ini dalam kondisi baik, Bahkan pasien dari Bogor sudah dinyatakan sembuh,’’ kata dia.
Baca Juga:Rahasia Gerakan Salat yang Perlu Diketahui Agar Khusyu!5 Mitos dan Fakta Seputar Kesehatan Anak, Para Orang Tua Harus Tau!
Sedangkan pasien yang berasal dari Kota Bandung, dinyatakan positif terjangkit varian baru XBB terdata di sistem new all record (NAR).
“Kita harus pastikan lagi informasinya ke Dinkes Kota Bandung. Nanti akan kita cek lagi. Tapi kalau misalnya hari ini masuk (NAR Kemenkes) kita menjadi tiga (kasus XBB di Jabar),” tutup Dewi.
Angka ini kemungkinan akan bertambah seiring dengan merebaknya varian baru Omnicron XBB yang telah menjangkiti warga Jabar, (san/yan).
