Drama Drama

Semoga komen ini terbaca oleh Abah. 2 hari ini abah membahas tentang Jenny mie dan mei. Abah berharap semoga tepung sagu lebih murah dari pada tepung terigu. Coba Abah googling dengan key word “meranti kota sagu”. Yah di kabupaten Kepulauan Meranti propinsi riau. Kabupaten terluar yang salah satu pulaunya (pulau Rangsang) langsung berhadapan dengan selat melaka. Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan salah satu pengembang perkebunan dan penghasil sagu terbesar di Indonesia. Hampir tiap hari melakukan ekspor tepung sagu ke Jepang, Korea, Singapura dan Malaysia. Mungkin Abah dan Armada Perusuhnya berminat bermain tepung sagu di Meranti untuk mewujudkan harga tepung sagu lebih murah dari pada tepung terigu. Di Meranti juga banyak aneka olahan makanan yang terbuat dari bahan sagu yang saya yakin akan membuat lidah Abah bergoyang2. Tak tanggung2 banyaknya jenis makanan yang terbuat dari bahan sagu meranti. Mie Sagu, bisa di buat mie sagu tumis basah, tumis kering, berkuah. Ada sagu rendang yang bisa di oseng renyah dan juga bisa buat campuran bubur, cendol serta dari tepungnya bisa dibuat lempeng sagu, uuntuk olahan yang satu ini adalah olahan faforit masyrakat jawa di kabupaten meranti, kata jawa adalah untuk penekanan bahwa lempeng sagu ini Abah pasti bakal ketagihan kalau sudah mencobanya.

 

Agus Suryono

NAMA SAYA AGUS SURYONO.. Tetapi tahun 1976-1984, kalau ditanya orang, nama fam nya sapa, saya jawab: Latuhalat. Padahal Latuhalat sebenarnya adalah nama tempat, tidak jauh dari kota Ambon. Nah, suatu saat saya LUPA na fam saya. Maklumlah, saya bohong. Saat ada yang menanyakan nama fam, saya jawab sekenanya, seingatnya, daripada ketahuan bohong, saya jawab: Tantui. (Sebenarnya ini nama tempat juga di Ambon). Sehingga, saya punya 2 nama fam Ambon “pura-pura”. Meski begitu, sebagai “warga Ambon” kewargaan saya “sah..!!”. Karena saya juga lulusan S1 Universutas Pattimura Ambon. Selain S1 FE UGM Yogyakarta. @He he..

 

Johannes Kitono

Cerita tentang Bakmi. Ada ortu yang sudah capek didik anaknya yang bandel. Nilai akademis pas pasan dan setiap hari kerjanya hanya main basket saja. Dengan biro jasa seperti EVDM, anak itu dikirim ke Xia Men, China seberang Taiwan. Targetnya sederhana asal bisa bahasa Mandarin dan boleh teruskan hobby basket. Nanti pulang ke Indonesia bisa jadi pelatih Basket atau Tukang Kua Mia juga ok. Ternyata saat di sana ada Warung Bakmi yang adakan kompetisi makan Bakmi. Si anak bandel ikut dan menghabiskan 26 mangkok. Jadi juara 1 dan hadiahnya setiap hari dapat 1 mangkok Bakmi gratis sampai ada yang memecahkan rekornya.Setengah tahun di Xia Men si anak pulang ke Jakarta tanpa bawa ijazah. Prestasinya hanya pernah juara makan bakmi saja. Apakah Bakmi Sagolisious juga ada event kompetisi makan bakmi ? Supaya juara makan bakmi Xia Men bisa test ilmunya disana.

 

Leong putu

Hari Senin makan Labu / Hari Selasa makan Keju / Kalau permasalah sagu / Maaf saya tidak bisa bantu / .. 365_mantun Disway.

 

Amat Kasela

Sembunyi tangan melempar batu Tangannya luka terkena kawat Saya juga tidak bisa bantu Mohon maaf mau numpang lewat Permisiii ….

 

yea aina

+62 adalah pengimpor gandum no 1 di dunia, berjumlah 10,29 juta ton (sumber data FAO 2020). Sepanjang 2021 impor gandum +62 dari negeri kangguru meroket hingga 515% dibanding tahun sebelumnya (sumber data trademap 2021). Penyebabnya anda sudah tahu. Negeri ini konsumen besar gandum yang juga anggota G20. Karena konsumsi gandum kita “penentu” perekonomian negeri pengekspor gandum dunia kwkwkw.

 

Johan

Masa panen pohon sagu terlalu lama. Butuh 5 tahun atau lebih baru siap diambil batang pohonnya. Kurang ekonomis untuk budidaya bersifat komersial. Masalah selanjutnya setelah ditebang, menggarap ulang lahannya juga tidak mudah, karena akar pohon sagu yang berserabut tebal. Mirip-mirip pohon kelapa dan sawit. Perlu alat berat untuk menggarap tanah bekas lahan pohon sagu. Pilihan lain setelah di panen, lahan bekas sagu dialihfungsikan untuk budidaya tanaman lain. Tapi jika begitu, tentu menjadi tidak berkelanjutan. Pendapat saya, budidaya sagu hanya bisa dikerjakan oleh perusahaan bermodal besar. Untuk petani kecil terlalu banyak kendalanya.

 

Rihlatul Ulfa

Sekarang polisi kena blunder. diawal dikatakan karena kelaparan penyebab kematian, terus diubah lagi ternyata ada sisa makanan dan bedak bayi, ternayta ada berita lagi para korban mempunyai tabungan milyaran. cek saja buku tabungan keempat korban tersebut, cek saja semua mutasinya. jika ini pembunuhan, pun masih masuk akal. untuk si pembunuh merapihkan seluruh tkp. agar terkesan ‘bukan pembunuhan’ apalagi dikatan dr dokter forensik rumah sakit polri, bahwa mayat sudah meninggal kurang lebih 3 minggu. polisi biasakan mulai sekarang. kalau baru 1, 2 hari dr penemuan kasus jangan mudah menyimpulkan secara tergesa-gesa. wajar saja jika para wartawan bertanya ‘apa penyebabnya’ tapi polisi juga bisa menjawabnya dengan kata ‘ masih kita dalami, butuh proses, puslabfor lagi menangani ini, jenazah sudah kita bawa untuk di autopsi. butuh beberapa hari, akan saya sampaikan jika sudah ada titik terang’

 

Johan

Kasus 4 orang meninggal dalam 1 rumah. Saya curiganya terpapar sekte ajaran meditasi. Tidak perlu sebut nama sekte, nanti dituntut karena bikin fitnah kan repot. Ajaran sekte ini agak aneh. Kalau sakit tidak boleh berobat. Rasa sakit yang diderita justru bisa mencuci segala dosa dan mengantarkan mereka ke nirwana. Ya iyalah kan mati kalau sakit dibiarkan terus. Hhh Di negara asalnya mereka lebih ekstrim lagi, tidak segan membakar diri dan merobek perut sendiri untuk menunjukkan sikap melawan terhadap pemerintah. Di daerah pecinan atau pemukiman yang banyak Chinese, sekte ini rajin membagi buku, kaset, koran, dan brosur. Misinya untuk mengajak mempelajari ajaran meditasi mereka, minimal bersimpati dan ikut membenci pemerintah asal sekte tersebut. Karena menurut mereka, sekte mereka dilarang dan dianiaya ditempat asal mereka. Sampai disini, saya yakin banyak yang bisa menebak sekte apa itu. Hhh

 

Rihlatul Ulfa

pak Johan. saya baca tentang kemungkina sakte ini. bebrapa orang menyebut demikian. polisi mungkin harus telusuri tkp, apakah ada buku, gambar atau apapun yang menunjukan mengarah kepada sekte. maka kalau ‘kelaparan menjadi alasan utama yg kuat’ kepolisian melihat terlalu dengan mata telanjang.

 

Rihlatul Ulfa

Kadang polisi kita tuh lucu, terlalu cepat untuk menyimpulakn suatu kasus. kasus 4 jenazah di Kalideres dikatakan diawal karena kelaparan makanya menyebabkan kematian. saya pernah mendengar, manusia akan mati jika tidak makan dalam 20 hari. masalahnya itu bukan 1 orang. jika 1 orang itu sudah mati karena kelaparan sedangkan 3 hari setelah itu tubuh akan mulai mengeluarkan bau tidak sedap. nah apakah orang ke 2 dan ke 3 pun yg ke 4 belum mati? apakah ke 3 orang sisanya itu tahan untuk mencium bau mayat? apalagi ada yg masih berumur 42 tahun. itu masih sangat muda untuk bisa dikatakan meninggal dalam keadaan kelaparan. lihat saja jejak telepon yg berusia 42 tahun tersebut. apakah dia tidak pernah berkomunikasi dengan teman-temannya. walaupun dinilai kepribadian keluarga tersebut sangat tertutup, agak aneh jika benar-benar mengakhiri hidup secara bersama-sama. anehnya orang yg tidak punya rumahpun tidak ada kasus sekeluarga meninggal karena kelaparan. apalagi tepat tinggal 4 orang tersebut di perumahan. bukankah mereka bisa menjual rumah tersebut untuk kelangsungan hidup mereka? jika mereka mati karena kelaparan, bukankah mereka sangat rugi rumah yg mereka tempati akan dijual dan keluarga yg lain yg akan mendapatkan uangnya?!

 

Rihlatul Ulfa

Di cakap-cakap Tempo. disebutkan perputaran obat sirup anak yg diproduksi di Indonesia ada sekiar 200an merek dengan perputaran uang 5 triliun. BPOM dan Kemenkes berbeda arah dalam menangani kasus gagal ginjal akut pada anak yg menyebabkan kematian lebih dari 150 anak. BPOM menyangkal bahwa kejadian gagal gijnal akut bukan disebabkan oleh obat syirup tersebut. tetapi Kemenkes berfikir kejaidan luar biasa itu karena dari obat syirup tersebut. apalagi WHO saat itu sudah merilis beberapa nama merek obat syirup dengan kasus di India. apakah BPOM ada kongkalikong dengan perusaan2 obat?

 

Liam Then

Dugaan Bang YA, hampir pasti tidak benar. Saya kasih tahu. Orang Tionghoa, urusan duit sama sodara sendiri saja, genggam kuat,apalagi aset segede itu ke keluarga lain. Juga kuat secara hukum. Jadi secara logika budaya dan logika hukum peluang terjadi hampir tidak mungkin. Di dunia bisnis modern memang banyak keajaiban. Apalagi di pasar modal. Orang bisa menjadi triliuner dalam beberapa pekan. Pak Sandiaga Uno yang mantab meroket, Big Bosnya RCTI yang juga meroket. Ada lagi akhir-akhir ini perusahaan penyedia server data yang luar biasa meroket. Pada akhirnya menelisik latar belakang semua orang tersebut. Mereka mainnya sangat jauh, pengetahuan dan skill nya luar biasa, stamina dan will power , daya jauh jangkau pandangan, semangatnya ,bukan orang biasa punya. Itulah hasil bakat alami+pendidikan. Di kita sini bakat alami banyak, pendidikan yang kurang. Ada juga yang merangkak ke atas, tertatih-tatih dari bawah seperti Bos kita yang anda sudah tahu, mau belajar bikin pabrik kertas sama teman tidak di kasih tahu, karena alasannya ia sudah tahu. Akhirnya sibuk cari tahu sendiri. Yang ini lebih langka lagi, dari asal pegang cangkul, sampai jadi punya pabrik listrik. Yang saya duga lagi pening ,karena gas dan batu bara naik luar biasa. Makanya kemarin itu ke Kaltim, mau survey sekalian belajar gali batu bara. Sama bos yang punya kebun binatang itu. Tapi pesan saya jangan liat enaknya. Siapkan cash tiap bulan untuk ratusan ,ribuan karyawan. Itu pening besar.

 

Liam Then

Olahhan Singkong ,lebih cocok untuk jadi pangan pengganti. Perut orang Indonesia , yang sudah bisa terbiasa dengan mie. Tentu bisa “kembali” dibiasakan dengan olahan singkong. Saya sebenarnya mau langsung aja nyebut tiwul,tapi malu. Dari dulu riya di kolom komentar , bahwa saya penggemar tiwul dilabur parutan kelapa dan gula merah. Orang Indonesia itu latah dan suka meniru, suka ikut trend. Bisa itu coba di tayangkan di tv, di edarkan press release, pejabat tinggi kita makan pagi ,siang dan sore pakai tiwul + lauk pauk. Jangan kawula di suruh makan tiwul , sagu. Yang diatas malah tetap nasi dari beras impor dari Jepang, yang ternyata hasil ekspor porang ,steak, lobster, dan sebagainya. Semakin banyak macam pangan utama, semakin bagus ketahanan pangan Indonesia. Biarlah Sagolicious, jadi leader dalam pemasaran high end produk Sagu. Buat kalangan umum, terpenting itu yang cepat, terjangkau, bikin kenyang lama , juga sama gizi. Saya pernah baca , uraian seorang penjawab di internet, atas pertanyaan, kenapa tinggi rata-rata orang Indonesia rendah. Ada jawaban, 2 saudara kembar, satu di adopsi oleh orang negeri, satunya oleh kerabat di dalam negeri. Belasan tahun kemudian, dua saudara ini bertemu, tinggi badan beda belasan senti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *