Dukung Percepatan Kemandirian Digital Indonesia dengan Analog Switch Off

MIGRASI dari siaran televisi analog ke digital atau Analog Switch Off (ASO) merupakan momentum dalam percepatan transformasi digital di Indonesia. Hal ini menjadi sebuah tuntutan zaman sehingga masyarakat harus dapat beradaptasi dengan perubahan-perubahan besar yang terjadi.

Demikian disampaikan Philip Gobang, Staf Khusus Menkominfo Bidang Komunikasi Politik, dalam Webinar yang bertajuk “Ayo Beralih ke TV Digital” yang digelar pada Selasa (1/11/2022), secara daring.

Dikatakan Philip dalam paparannya, berbagai negara telah melakukan migrasi dari televisi analog ke televisi digital. Sudah 85 persen negara-negara di dunia melakukannya. “Indonesia dibandingkan dengan beberapa negara tetangga bisa dibilang cukup terlambat, namun presiden ingin mendorong dan memastikan Indonesia juga mengikuti apa yang disebut dengan transformasi digital,” ujar Philip.

Philip juga menyampaikan bahwa sesuai dengan arahan presiden, transformasi digital merupakan solusi cepat dan strategis untuk membawa Indonesia menuju masa depan.

“Namun, transformasi tersebut harus mewujudkan kedaulatan dan kemandirian digital yang menjadi prinsip penting dalam pelaksanaan transformasi digital di Indonesia. Oleh karena itu, migrasi dari televisi analog menuju digital merupakan suatu kebutuhan dari aspek bagaimana kita mesti berdaptasi dengan perkembangan teknologi yang baru,” katanya.

Sejalan dengan hal tersbut, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Syafrizal ZA, mengatakan teknologi analog bersifat memakan ruang frekuensi yang cukup besar.

“Jatah ruang frekuensi analog jauh lebih besar bila dibandingkan dengan kebutuhan penyaluran teknologi digital. Situasi ini menyebabkan padatnya jagad lalu lintas penyiaran,” jelas Syafrizal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *