Kenapa Lesti Kejora Cabut Laporan? Ini Cara Lepaskan Diri dari Toxic Relationship

Jabarekspres.com – Sempat geger isu Lesti membuat laporan KDRT namun kini ia dikabarkan cabut laporan terhadap suaminya tersebut.

Kabar Lesti cabut laporan ini tentunya mengundang banyak komentar netizen terutama dari media sosial Twitter hingga nama Lesti menjadi Trending.

Seperti yang ditulis dalam sebuah tweet autobase bernama @convomfs mengenai Lesti yang cabut laporan KDRT Rizky Billar tersebut.

Kemudian salah seorang netizen memberikan komentar dan mengaitkannya dengan Toxic Relationship.

“gatau dah kata gue si lesti emg korban toxic relationship aje wkwk. soalnye sering gue liat org stuck di toxic relationship, gembor2 ke org, eh trnyata balik lg,” komentar @iniikaannn melalui Twitter.

Netizen tersebut namun mengatakan jika ada hal yang bisa dipetik dalam kejadian KDRT Rizky Billar terhadap Lesti Kejora.

“ya tp stidaknya tingkat kesadaran org Indonesia soal KDRT jadi naik. its an improvement, I think,” tambahnya.

Mengapa dikaitkan dengan Toxic Relationship?

Toxic Relationship sendiri ialah keadaan di mana seseorang tidak bisa bahagia, berkembang dan memiliki kualitas hidup yang baik dari pasangannya.

Ketika seseorang terjebak dalam hubungan beracun ini, orang tersebut akan stress, depresi bahkan tak memiliki kendali atas dirinya sendiri karena pasangannya yang manipulatif.

Bahkan dari kasus Rizky Billar dan Lesti Kejora, terlihat keduanya memiliki hubungan tidak sehat karena adanya kekerasan fisik serta perselingkuhan.

Orang yang terjebak dalam hubungan tidak sehat biasanya akan sulit melepaskan diri.

Bukan karena tidak mau, namun rasa takut, tekanan, dan khawatir yang menjadi alasan orang yang berada dalam hubungan tidak sehat terpaksa bertahan.

Apalagi bila memiliki seorang anak, rasa khawatir akan dampak buruk yang diterima anak semakin mempersulit korban untuk melepas diri dari hubungan tidak sehat.

Lalu apa saja hal yang bisa dilakukan untuk keluar dari hubungan beracun tersebut?

  1. Susunlah rencana, seperti berpisah kemudian tidak tinggal bersama atau mengamankan barang, dan jika memiliki anak, pastikan ada pendamping yang membantu menjaga.
  2. Hubungi orang lain atau orang terdekat, Khawatir akan ancaman mungkin akan dirasakan. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan memberi tahu orang lain.
  3. Bantuan Profesional untuk mengatasi timbul trauma dan masalah lainnya lewat konsultasi pada professional atau terapis.
  4. Berhenti menghubungi pasangan. Pasangan yang toxic mungkin licik dan akan berusaha menghasut kembali menjalin hubungan. Hentikan komunikasi dengan cara apapun.
  5. Tenangkan diri. Setelah melalui banyak hal dalam hubungan yang mungkin menimbulkan trauma, diri perlu pemulihan.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan