Bukan Tragedi Kanjuruhan, Cak Nun: Ini Tragedi Tatanan Kenegaraan

Polisi Gunakan Gas Air Mata, Cak Nun: Jangan Samakan Suporter Bola dengan Teroris
Emha Ainun Najib atau Cak Nun berbicara mengenai peristiwa di Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022. (Foto: Tangkapan Layar CakNun.com/YouTube)
0 Komentar

Baginya, kasus ini harus diselesaikan secara objektif dan tuntas tanpa pandang bulu. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dari kasus ini.

“Kita ikut mendukung semua. Kita enggak mendukung Aremania. Kita enggak mendukung Bonek.”

Selanjutnya, Emha Ainun Najib menggeserkan pembicaraan dengan cara melemparkan pertanyaan kepada dua pembawa acara dalam siaran YouTube yang berjudul Mbah Nun tentang Tragedi Kanjuruhan: Ujian Mawas Diri NKRI.

Baca Juga:Link Kuis Online Tingkat Misterius, Seberapa Misterius Kamu? Cek di Sini, Gratis!Apakah Kamu Bucin? Klik Link Ujian Bucin Google Form Terbaru, Cek di Sini, Gratis!

Dengan kata lain, di sini Mbah Nun mempertanyakan sebutan yang banyak disematkan pada peristiwa itu, Tragedi Kanjuruhan.

Mbah Nun tidak sepakat jika peristiwa ini disebut sebagai Tragedi Kanjuruhan.

“Itu (Tragedi Kanjuruhan) hanya menyebut tempat dan tidak menyebut substansi peristiwanya. Salah kalau tragedi sepak bola karena bukan pemain tawur sehingga ada yang mati. Enggak.”

Cak Nun membawa peristiwa ini pada permasalahan yang lebih luas. Bukan masalah olahraga semata.

“Ada tidak ketertataan, ada ketidaksiapan kita untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan dalam dunia yang menyangkut sepak bola,” Mbah Nun menjelaskan.

Dalam hal ini ia mengangkat mentalitas kesiapan menata bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang berasas hukum dan beradab.

Bagaimanapun, di sini Emha Ainun Najib secara tidak langsung menyinggung peran aparat penegak hukum dalam hal ihwal tatanan kenegaraan.

Baca Juga:Timnas Indonesia Unggul Sementara 6-0 di Babak PertamaHarga Kedelai Naik, Penjual Tahu di Bandung Ikut Ganti Harga

Mbah Nun mengaku bahwa ia telah menyambangi Mabes Polri untuk mengetahui proses penyelidikan atas kasus ini.

Ia juga mengatakan bahwa dirinya telah memberikan peringatan kepada para penegak hukum dalam menyelidiki kasus ini.

”Jangan sampai menyatakan apapun yang sifatnya tidak objektif dan tidak bijaksana. Jadi, harus objektif dan bijaksana,” ungkapnya.

Dalam hal ini, ia secara langsung menyebut peran kepolisian bahkan Kapolri dalam penanganan kasus ini. Ia meminta kepada pihak-pihak tersebut untuk menelisik kasus ini secara objektif dan bijaksana.

Kemudian, ia pun secara langsung memperingatkan tim investigasi khusus yang dibentuk Mahfud MD dalam menangani kasus ini.

Tak jauh berbeda, Mbah Nun memperingatkan Mahfud MD untuk dapat meyakinkan masyarakat bahwa timnya tidak ditunggangi kepentingan tertentu. Harus objektif. Harus bijaksana.

0 Komentar