Demo Mahasiswa di Bandung Berakhir Ricuh, Polisi Kejar hingga Seret Massa Aksi yang Kabur

Editor: Reporter: Yanuar Baswata

Ucapan hinaan kepada kepolisian, pemerintah serta anggota dewan terus dilontarkan oleh mahasiswa aksi.

Melihat situasi semakin panas, polisi mulai memberikan peringatan menggunakan alat pengeras suara.

“Mohon agar tidak terjadi kericuhan. Adik-adik mahasiswa adalah penerus bangsa, maka berperilakulah yang baik dan positif,” tutur Polisi di dalam pagar area Gedung DPRD Jabar.

Peringatan dan imbauan terus diucapkan Polisi, namun hal itu seakan menambah kesal mahasiswa aksi hingga mereka mulai menyalakan flare dan bersorak.

“Banyak omong, buka saja pintunya! Biarkan kami masuk,” teriakan mahasiswa.

“Buka buka, buka pintunya.. Buka pintunya sekarang juga,” lanjut massa aksi.

Flare mahasiswa kembali dinyalakan, kini mereka dengan percaya diri melemparnya ke dalam gedung dan diarahkan agar mengenai formasi kepolisian.

Asap berwarna merah mewarnai suasana aksi demonstran di luar pagar, sementara flare warna hijau yang dilempar ke area gedung mulai menutupi formasi Polisi.

Kericuhan mulai terjadi saat para mahasiswa semakin brutal di luar gedung dengan semburan air dari mobil water canon.

Seakan tertantang, mahasiswa mengacungkan jari tengah sambil memaki kepolisian, beberapa terlihat membalasnya dengan lemparan bolol, tongkat kayu hingga batu.

Beberapa kali semburan tak membubarkan massa aksi. Polisi pun akhirnya membentuk serangan dengan menembakkan gas air mata ke arah kerumunan mahasiswa.

Ledakan terdengar menggelegar, asap putih mulai menghalangi pandangan. Semburan water canon kembali diarahkan hingga membasahi aspal depan Gedung DPRD Jabar.

Salah seorang Polisi berteriak memberikan instruksi, satu di antara lainnya terlihat memantau ke area luar gedung untuk memberitahukan posisi mahasiswa yang mulai terpecah formasinya.

“Tahan dulu.. Sebelah kanan, tembak,” teriakan Polisi lalu diikuti ledakan gas air mata yang diarahkan ke massa aksi.

Tak berselang lama, kerumunan mahasiswa mulai berkurang, mereka berlari berhamburan dengan tujuan menyelamatkan diri.

Area depan Gedung DPRD Jabar seakan menjadi arena perang, asap masih mengepul cukup pekat, teriakan Polisi menggema dan sepinya jalanan membuat wilayah tersebut semakin mencekam.

Polisi yang berhasil membubarkan paksa para mahasiswa tersebut, mulai membuka pagar dan perlahan keluar membentuk formasi untuk mengejar massa aksi.

“Tahan, jangan dulu dikejar, jangan berhamburan. Bentuk barisan dulu, sabar semuanya,” ucap komando dari salah satu Polisi.

Puluhan Polisi sudah mantap membentuk formasi, berpakaian lengkap dan beralat penahan dari baja. Perlahan mereka terlihat berjalan menyusuri ruas jalan ke arah Sulanjana.

Di persimpangan terlihat sekumpulan pemuda beralmamater tengah berupaya sembunyi di salah satu warung. Puluhan Polisi pun berlari dan mengejar mahasiswa yang mencoba kabur.

Salah satu mahasiswa yang diduga turut menjadi peserta demo terlihat ditangkap, diteriaki hingga sempat mendapat pukulan dari petugas kepolisian.

Salah seorang mahasiswi yang tengah bersamanya berteriak, agar Polisi tak melakukan aksi kekerasan.

Akan tetapi Polisi sudah terlanjur kesal, mahasiswa tersebut diseret untuk diamankan dan sang mahasiswi diminta pergi.

Dari pantauan Jabar Ekspres, hingga pukul 18.00 WIB, pihak kepolisian masih terus memburu mahasiswa gabungan yang sempat menggelar aksi demo untuk diamankan karena sudah membuat ricuh dan mencoba merusak pagar Gedung DPRD Jabar.

Puluhan petugas kepolisian masih menyisir jalan hingga ke Jalan Badak Singa yang mengarah ke Perumda Tirtawening. Sebagian polisi berkumpul di area Taman Dago.

Arus lalu lintas sempat tersendat akibat kejar-kejaran mahasiswa dengan petugas kepolisian, namun tak berlangsung lama kendaraan kembali berjalan normal.*** (Bas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.