Cara Mengetahui Ibadah Kita Diterima atau Tidak

JABAREKSPRES.COM – Ibadah yang dilakukan manusia hanyalah Allah yang tahu diterima atau tidaknya. Hal itu merupakan hak prerogatif Allah untuk menentukan. Namun ternyata ada cara untuk mengetahui apakah ibadah yang selama ini kita lakukan diterima atau tidak.

Meski sulit untuk diukur, bahkan manusia tidak boleh menjatuhkan putusan atas penerimaan atau penolakan amal seseorang atau dirinya sendiri.

Namun ternyata ada tanda-tanda yang bisa digunakan bagi manusia untuk mengetahui penerimaan Allah atas amal kita.

Dilansir dari Islam.nu.or.id, Syekh Ibnu Athaillah RA menyebut tanda-tanda penerimaan Allah SWT dalam hikmah berikut ini

. من وجد ثمرة عمله عاجلاً فهو دليل على وجود القبول

Artinya, “Siapa yang memetik buah dari amalnya seketika di dunia, maka itu menunjukkan Allah menerima amalnya.”

Syekh Ahmad Zarruq menjelaskan bahwa buah dari amal itu berbentuk kemaslahatan keagamaan dan kemaslahatan duniawi.

Ia menyebut secara konkret bahwa buah dari amal itu adalah:

Pertama, Kebahagiaan hidup yang diukur dengan perasaan bebas dari kekhawatiran dan kesedihan.

قلت ثمرة العمل ما ينشأ عنه من الفوائد الدينية والدنياوية. وذلك يدور على ثلاثة: حصول البشارة بزوال الخوف والحزن

Artinya, “Menurut saya, buah amal itu adalah faidah keagamaan dan keduniaan apapun yang muncul dari amal tersebut. Buah dari amal itu hanya terdiri atas tiga bentuk: pertama, munculnya kebahagiaan karena sirnanya kekhawatiran dan kesedihan,” (Lihat Syekh Ahmad Zarruq, Syarhul Hikam, As-Syirkatul Qaumiyyah, 2010 M/1431 H, halaman 80).

Syekh Zarruq mengutip Surat Yunus ayat 62-64.

أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (62) الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ (63) لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ

Artinya, “Ketahuilah, para wali Allah tidak dihinggapi kekhawatiran dan kesedihan. Mereka yang beriman dan mereka itu bertakwa akan menerima kebahagiaan dalam kehidupan dunia dan akhirat…” (Surat Yunus ayat 62-64).

Kedua, ketenangan hidup yang ditandai dengan keridhaan batin dan sifat qana‘ah atas segala pemberian Allah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.