Suara Wakil Rakyat untuk Pembangunan Trem Kota Bogor

Editor: Reporter: Yudha Prananda

“Kalau misalkan nanti trem mau dibangun, itu harus nyambung dengan Stasiun Bogor. Tidak hanya itu, misalkan koridor 1 hanya ada di seputar SSA saja,” dorongnya.

Kemudian, dia juga mengingatkan pentingnya pemetaan wilayah permukiman, sehingga keberadaan trem di Kota Bogor tidak menjadi kendaraan hantu yang sepi penumpang.

Hal ini, sambung dia, tentunya perlu ditunjang dengan keberadaan angkot yang menjadi feeder bagi masyarakat yang berada di pinggiran kota.

Sebab, angkot yang selama ini menjadi momok dan sumber kemacetan, bisa dimaksimalkan dengan menempatkan angkot-angkot di wilayah pinggiran.

“Ketiga, sebagai penutup, kalau konsepnya sudah matang dan jelas, saya kira perlu juga konsep tersebut melihat dari sisi kesiapan baik dari aspek teknisnya, aspek kelembagaannya, aspek teknologinya, ekonomi, lingkungan dan sosial budaya Ini memang betul kata pak wali, aspek sosial budaya ini sangat luar biasa di Kota Bogor,” bebernya.

Dukungan DPRD Kota Bogor dari sisi regulasi, diharapkan oleh Atang bisa berjalan maksimal jika Pemkot Bogor mau menyiapkan segala bentuk kajian yang sudah ia sampaikan. Sebab, saat ini DPRD Kota Bogor tengah membahas Raperda tentang Penyelenggaraan Transportasi.

“Sehingga raperda ini bisa memuat itu semua (kajian teknis, red) dan memperkuat Perda tentang RTRW yang sudah kita sahkan di 2021 kemarin, terutama dalam konteks mendukung pengembangan sistem transportasi massal maupun berbasis jalan atau rel,” tandasnya. (YUD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *