Menteri Perdagangan Klaim Harga Kebutuhan Pokok Turun dan Stabil

JabarEkspres.com, CICALENGKA – Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, klaim harga-harga kebutuhan pokok masyarakat sudah turun dan stabil.

“Minyak curah sudah di bawah empat belas ribu (rupiah) per satu liter. Bahkan rata-rata di harga Rp13.500,” kata Zulkifli saat ditemui di Pasar Sehat Sabilulungan Cicalengka, Senin (25/7).

Menurutnya, setelah beberapa waktu ke belakang terutama ketika momentum Hari Raya Idul Adha, kebutuhan harga pasar sempat alami peningkatan.

Meski demikian, Menteri Perdagangan itu menegaskan bahwa untuk harga kebutuhan pokok tak perlu jadi kekhawatiran masyarakat, sebab saat ini tergolong terkendali.

“Artinya minyak curah di mana-mana (harganya) sudah empat belas ribu, harga-harga sudah mulai turun,” ujar Zulkifli.

Dalam pemaparannya, di tengah-tengah kerumunan ibu-ibu, Zulkifli mengajak masyarakat bersyukur dan menikmati turunnya harga kebutuhan pokok saat ini.

Menurut Zulkifli, dengan terkendalinya harga jual kebutuhan pokok masyarakat, diharapkan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya.

“Karena sekarang ini harga-harga (kebutuhan pokok) sudah kembali turun, maka mari kita syukuri dulu (kondisi sekarang),” ucap Zulkifli.

Sementara itu, Zulkifli menegaskan bahwa tak hanya turunnya harga, pemerintah tetap berikan upaya maksimal untuk membuat harga kembali stabil.

Zulkifli menyampaikan bahwa upaya pemerintah dalam mengamankan stok ketersediaan itu merupakan cara untuk membuat harga kebutuhan pokok masyarakat kembali stabil.

“Stok (ketersediaan) diperhatikan. Stabilisasi harga untuk beras ada disubsidi, ada Bulog untuk kestabilan harganya,” imbuh Zulkifli.

Pada kesempatan lain, Zulkifli berikan apresiasi terhadap inovasi para pedagang di Pasar Sehat Sabilulungan Cicalengka, Kabupaten Bandung.

“Cicalengka ini maju sekali, para pejabatnya dan pedagangnya. Tentu saya harap ini jadi sukses story dan bisa disebarkan ke pasar-pasar yang lain,” tutur Zulkifli.

Dia menyampaikan bahwa kerjasama antara pedagang pasar dengan pihak perusahaan start up berbasis digital, secara statistik penjualannya mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

“Bayangkan, pesanannya naik 56 kali (lipat), jumlah volumenya naik 96 kali, jadi sembilan ribu persen,” ujarnya.

“Jadi ini lebih efisien, lebih mudah, tidak usah datang (ke pasar) tapi pesanan ibu-ibu (barangnya) bisa datang. Gak usah keluar berkerumun tapi kebutuhan tetap terpenuhi,” tambah Zulkifli.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan