Kinerja APBN Jawa Barat yang Semakin Baik di Tengah Risiko Global

Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan (Istimewa)
Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan (Istimewa)
0 Komentar

Lalu, realisasi penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik sebesar Rp6,01 triliun dengan sudah tersalurnya Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) serta dana Bantuan Operasional PAUD (BOP). Sedangkan untuk realisasi DAK Fisik di Jawa Barat sebesar Rp133,03 miliar atau 4,08 persen tumbuh positif sebesar 216,66 persen dan realisasi Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp807,42 miliar atau 14,71 persen, serta realisasi Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp32,89 miliar atau 11,53 persen.

Kemudian, untuk realisasi Dana Desa di Jawa Barat tumbuh cukup signifikan sebesar 41,48 persen dibandingkan bulan Mei tahun 2021 dengan nilai nominal sebesar Rp2,49 triliun atau 40,60 persen dari pagu.

Pendapatan Negara Melanjutkan Kinerja yang Baik dengan Tumbuh Positif

Hingga akhir bulan Mei 2022, realisasi Pendapatan Negara di Jawa Barat tercatat sebesar Rp63,03 triliun atau 53,48 persen dari target APBN tahun 2022.  Capaian tersebut lebih tinggi Rp17,77 triliun dari   periode yang sama tahun lalu, melanjutkan tren kinerja  positif yang terjadi pada bulan April 2022. Dari sisi pertumbuhannya, realisasi Pendapatan Negara   di Jawa Barat tumbuh 39,29 persen (yoy).

Baca Juga:Rencanakan Keuangan Gunakan Produk Dana Pensiun, Bantu Masa Depan Lebih BaikPolda Jabar Ungkap Penyebab Bus Pariwisata Terjun ke Jurang di Tasikmalaya

Secara nominal, realisasi komponen penerimaan yang bersumber dari perpajakan mencapai sebesar Rp60,99 triliun atau 53,73 persen dari target APBN dan realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp2,03 triliun atau 46,9 persen dari target APBN. Berdasarkan pertumbuhannya, realisasi  penerimaan perpajakan dan PNBP tumbuh berturut-turut sebesar 39,93 persen (yoy) dan 22,26 persen (yoy).

Capaian realisasi penerimaan perpajakan bersumber dari penerimaan pajak dan kepabeanan dan cukai. Dari sisi penerimaan pajak, hingga akhir Mei 2022 capaian tercatat sebesar Rp41,53 triliun atau 51,96 persen terhadap target APBN. Penerimaan pajak tersebut tumbuh sebesar 34,22 persen secara (yoy).

Secara nominal, penerimaan pajak didorong pertumbuhan positif dari komponen Pajak Penghasilan (PPh) tumbuh sebesar 42,85 persen, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan PPnBM tumbuh sebesar 25,74 persen, dan Pajak Bumi dan Bangunan tumbuh sebesar 16,86 persen. Kinerja pajak konsisten tumbuh positif karena kebijakan insentif pajak dan pulihnya aktivitas ekonomi Jawa Barat.  

Penerimaan Pajak sampai dengan Mei 2022 ditopang oleh lima sektor dominan yang menyumbang 79,83 persen penerimaan pajak Provinsi Jawa Barat. Mayoritas sektor utama penerimaan pajak terus melanjutkan tren pertumbuhan yang positif bulan sebelumnya.

0 Komentar