Kinerja APBN Jawa Barat yang Semakin Baik di Tengah Risiko Global

BANDUNG РPerwakilan Kementerian Keuangan kembali mengumumkan Kinerja APBN Jawa Barat bulan Mei 2022 sebagai wujud transparansi dan akuntabilitas pemerintah terkait  pengelolaan APBN dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

APBN terus dijalankan secara adaptif dan fleksibel menghadapi berbagai tantangan dan ketidakpastian global. Diharapkan, APBN dapat terus menjaga dan melindungi daya beli masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.

Perkembangan kasus harian Covid-19 di Jawa Barat masih terkendali. Namun kemunculan varian baru perlu diwaspadai karena pandemi Covid-19 belum sepenuhnya selesai. Akselerasi vaksinasi menjadi instrumen utama untuk transisi dari pandemi menuju ke endemi.

Terkendalinya pandemi semakin mendukung peningkatan mobilitas dan perekonomian, utamanya saat Idul Fitri, di mana antusiasme mudik melonjak setelah dua tahun pembatasan. Seiring terkendalinya pandemi Covid-19, tantangan dan risiko global bergeser ke arah peningkatan harga komoditas, memanasnya tensi geopolitik, serta percepatan pengetatan moneter AS.

Triwulan I 2022 perekonomian Jawa Barat tumbuh positif 5,61 persen dan diharapkan terus berlanjut di triwulan berikutnya. Bank Indonesia memprediksikan Perekonomian Indonesia tumbuh pada rentang 4,7 persen-5,5 persen (yoy) dampak eskalasi tensi geopolitik global.

Pemulihan ekonomi Jawa Barat masih tetap dibayangi tantangan dan risiko global, sehingga peran APBN sebagai shock absorber sangat diperlukan, dengan tetap memperhatikan kinerja APBN agar tetap sehat, sustainabel dan kredibel.

Menteri Keuangan, Sri Muyani dalam Siaran Pers APBN Kita tanggal 23 Juni 2022 menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak tergantung lagi hanya dari sisi APBN, bahkan APBN sekarang bergeser sebagai instrumen untuk menjaga shock, tapi bukan lagi sebagai lokomotif utama untuk pertumbuhan ekonomi, karena mesin pertumbuhan sudah mulai menyala melalui konsumsi investasi dan ekspor.

Berdasarkan hal tersebut, Kinerja APBN yang semakin baik tetap dijaga agar dapat terus berfungsi secara optimal untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dan rentan serta menjaga keberlanjutan pemulihan ekonomi. Pemerintah terus berupaya untuk mendorong pemulihan ekonomi dalam rangka mengatasi kenaikan harga-harga. Upaya Pemerintah tersebut dilakukan melalui peran fungsi APBN yang dilakukan melalui dua instrumen utama, yakni penerimaan dan belanja negara.

Kinerja Positif APBN masih Berlanjut

APBN bekerja keras melalui Belanja Negara untuk mendukung program pemulihan ekonomi dan menjaga dampak adanya ketidakpastian. Kinerja APBN Jawa Barat hingga 31 Mei 2022 masih mencatatkan surplus, Namun kondisi sampai menjelang akhir triwulan II sebagai dampak risiko global ke belanja, masih harus terus diakselerasi melalui upaya optimal untuk memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

Realisasi belanja negara di Jawa Barat sampai dengan akhir Mei 2022 mencapai Rp39,57 triliun atau 35,79 persen dari target APBN 2022. Realisasi Belanja Negara tersebut meliputi Belanja Pemerintah Pusat tercapai sebesar Rp13,77 triliun atau 31,32 persen dari target APBN 2022 dan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sebesar Rp25,80 triliun atau 38,74 persen dari target. Kinerja penyerapan belanja di Jawa Barat, diharapkan semakin terus membaik untuk mendorong pemulihan ekonomi dan pencapaian target pembangunan.

Belanja Pemerintah Pusat melalui Belanja Kementerian/Lembaga terutama dimanfaatkan untuk pembayaran gaji dan tunjangan, pembayaran Tunjangan Hari Raya, pendanaan atas kegiatan operasional K/L, program kegiatan K/L untuk pengadaan peralatan/mesin, jalan, jaringan, irigasi, serta pembayaran bantuan iuran jaminan kesehatan nasional.

Kinerja penyerapan belanja akhir triwulan II 2022 diharapkan semakin baik seiring dengan akselerasi belanja barang K/L dan belanja modal untuk berbagai proyek pembangunan di Jawa Barat seperti pengembangan bendungan, danau, dan bangunan penampung air lainnya, pelayanan transportasi perkeretaapian, pelaksanaan preservasi dan peningkatan kapasitas jalan nasional, pengembangan jaringan irigasi permukaan, rawa, dan non-padi, serta program penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

Realisasi Program PC-PEN tahun 2022 untuk Perlindungan Sosial sampai dengan Mei 2022 di Jawa Barat untuk program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp2,29 triliun untuk 1.74 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Program Sembako sebesar Rp3,92 triliun untuk 3,95 juta KPM, Bantuan Minyak Goreng sebesar Rp1,19 triliun untuk 3,95 juta KPM dan realisasi penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa sebesar Rp864,92 miliar yang disalurkan kepada 675,49 ribu KPM pada 4.906 Desa di Jawa Barat.

Selanjutnya, penyaluran Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sampai dengan akhir Mei 2022 mencapai Rp25,79 triliun, masih ditopang dana Transfer ke Daerah, yaitu realisasi Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp16,31 triliun atau 50 persen dari alokasi yang tumbuh sebesar 4,83 persen.

Lalu, realisasi penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik sebesar Rp6,01 triliun dengan sudah tersalurnya Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) serta dana Bantuan Operasional PAUD (BOP). Sedangkan untuk realisasi DAK Fisik di Jawa Barat sebesar Rp133,03 miliar atau 4,08 persen tumbuh positif sebesar 216,66 persen dan realisasi Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp807,42 miliar atau 14,71 persen, serta realisasi Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp32,89 miliar atau 11,53 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.