Partai Golkar Ciptakan Inovasi dengan Membuat Aplikasi GITA

Ketua DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto tengan menjelaskan Aplikasi digital dengan nama Golkar Institute Training App (GITA).
Ketua DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto tengan menjelaskan Aplikasi digital dengan nama Golkar Institute Training App (GITA).
0 Komentar

JAKARTA –  Partai Golkar, mengembangkan inovasi dalam bentuk Aplikasi digital dengan nama Golkar Institute Training App (GITA).

Aplikasi yang diluncurkan pada Senin (13/6) itu, merupakan aplikasi Pendidikan politik yang dikembangkan secara digital agar lebih memberikan kemudahan.

Peluncuran aplikasi pendidikan politik ini,  dilakukan bersamaan pembukaan Executive Education Program for Young Political Leaders Angkatan 7.

Baca Juga:Airlangga Hartarto: KIB Terbuka untuk Partai Non ParlemenTedy Rusmawan: Penghapusan Tenaga Honorer Akan Jadi Polemik

Secara teknis, Partai Golkar menggelar training App agar bisa memberikan sumbangsih bagi kemajuan politik di Indonesia.

‘’Kami meminta kepada seluruh peserta maupun kader Golkar untuk menyapa keluarga, tetangga dan sahabat tentang pendidikan politik yang diperoleh dari Golkar dan Training App,’’kata Airlangga Hartarto.

Dia mengatakan, seluruh kader partai harus mengedepankan politik persatuan dan berkemajuan, bukan politik pecah belah atau Politics of Fear yang dibangun atas dasar kerja sama, bukan saling menjatuhkan.

Partai Golkar sifatnya inklusif. Oleh karena itu Partai Golkar merekrut, bekerja sama dengan partai lain. Yakni dengan membentuk koalisi dengan PAN dan PPP.

‘’Ini Artinya apa, kita membuat kepemimpinan yang bisa bekerja sama. Kita ingin bahwa politik kita adalah politik yang mempersatukan. Bukan politik yang membelah-belah.” tutur Airlangga.

Ketum Golkar mengaku, banyak cara untuk bisa memenangkan kontestasi politik, namun, cara membelah masyarakat atau memunculkan kebencian terhadap pihak lain.

Hal ini akan berujung pada polarisasi dan bukan cara yang baik. Golkar ingin setiap kader menggunakan cara-cara yang baik dan menyejukkan.

Baca Juga:Yana Mulyana Minta, Camat Harus Berikan Pelayanan MaksimalEma Sumarna: Forum ASN Harus Menjalin Komunikasi dan Kolaborasi

Airlangga menilai, polarisasi poltik ini biasa dilakukan dengan cara memecah belah dengan melakukan pendekatan ketakutan dan intimidasi.

Biasanya mereka melakukan plitik fear dengan membuat berbagai propaganda. Dengan begitu masyarakat akan termakan berbagai isu-isu negative.

Oleh karena itu kita tidak ingin politik fear yang dimainkan. Tetapi, politik yang optimis kepada kemajuan.

Selain tantangan untuk menyatukan masyarakat, Golkar dan pemerintah Indonesia saat ini dihadapkan pada tantangan yang masih terjadi pascapandemi Covid-19.

‘’Tantangan pandemi menuju endemi Covid-19 akan menjadi topik utama dalam Presidensi G20 Indonesia,’’ kata dia.

Airlangga mengatakan, pemerintah memiliki sejumlah agenda prioritas di G20, antara lain, mendorong pembangunan arsitektur kesehatan dan transisi energi berkelanjutan yang ramah lingkungan.

0 Komentar