Pemilik Rumah Makan Padang Babiambo Akhirnya Minta Maaf

Menu yang ada direstoran Babiambo, menyediakan rendang dengan berbahan daging babi. (ist)
Menu yang ada direstoran Babiambo, menyediakan rendang dengan berbahan daging babi. (ist)
0 Komentar

JABAREKSPRES.COM – Kontroversi mengenai restoran padang yang menyediakan menu rendang babi, mendapat kecaman banyak pihak. Kini Pemilik restoran padang bernama Babiambo tersebut akhirnya meminta maaf. Dihadapan petugas dari Polsek Kelapa Gading, Jakarta Utara, pemilik Babiambo bernama Sergio mengucapkan permohonan maafnya.

“Saya pribadi mewakili brand sebelumnya yang disebut Babiambo yang pernah beroperasi selama berapa bulan ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya buat temen-temen atau saudara-saudara saya yang mungkin merasa tersinggung,” ujar Sergio.

Rumah Sergio sebelumnya digeledah Polsek Kelapa Gading dan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta lantaran menjual babi rendang.

Baca Juga:Ridwan Kamil Tunjukkan Peti Mati Jenazah Eril, Siap Antarkan Sang Putra PulangPolisi Belum Punya Tersangka Kasus Kelompok Pemuda Tabrak Polisi di Jaksel

Ternyata, Sergio menjual olahan tersebut di kediamannya yang berada di kawasan Kelapa Gading. Sergio menuturkan tidak berniat untuk melecehkan maupun menyakiti hati masyarakat, terutama masyarakay Minang.

“Mungkin saya berniat seperti melecehkan tapi sama sekali tidak. Ini pure hanya saya mencoba usaha. Jadi, bukan maksud saya buat menghina siapa pun,” jelasnya.

Sementara salah seorang yang ikut mengkritik dan mengecamnya adalah Ustaz Hilmi Firdaus. Menurut Ustaz Helmi, restoran itu sudah melampaui batas.

Alasannya, masakan rendang adalah khas Minang. Sementara minang identik dengan Islam.

“Menurut saya ini sudah melampaui batas. Warga Minang teguh dengan prinsip: Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” kata Ustaz Hilmi lewat cuitan di Twitter-nya yang dikutip, Sabtu (11/6).

Ustaz Hilmi menilai adanya menu rendang babi bisa merusak kelezatan masakan padang yang terkenal dengan kehalalannya. “Masakan padang terkenal di dunia karena citarasa, kelezatan dan kehalalannya. Tolong jangan rusak itu. Kalaupun trik marketing, ini sudah kelewatan. Semoga segera diambil tindakan,” kata Hilmi.

Cuitan Ustaz Hilmi ini banyak menuai tanggapan negatif dari pengguna Twitter. Dia dianggap memperkeruh suasana.

Baca Juga:bjb Soccer Festival, Bentuk Dukungan bjb dalam Pembinaan Bibit Atlet Sepak BolaPenjelasan MUI Tentang Teknis Persemayaman Jenazah Untuk Eril, Tak Perlu Dimandikan Lagi

Tak lama kemudian, Ustaz Hilmi minta maaf atas kegaduhan cuitannya. Permintaan Maaf Ustaz Hilmi, setelah pemilik restoran Babiambo, Sergio minta maaf soal menu babi rendang.

“Terimakasih atas permintaan maafnya Mas Sergio, insya Allah kami semua memaafkan. Semoga kejadian ini tidak terulang kembali,” tulis Hilmi.

“Maaf juga jika tweet saya kemarin mengundang pro kontra, walau saya hanya meneruskan dari berita yang susah beredar luas sebelumnya. Salam,” kata Ustaz Hilmi. (fin/rit)

0 Komentar