oleh

Sempat Membludak dengan Sistem Online, SMA Bina Muda Buka Pendaftaran PPDB 2022 Secara Offline

CICALENGKAPenerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA sederajat di Provinsi Jawa Barat sudah mulai jadi perhatian orangtua.

Tak hanya sekolah negeri, untuk jenjang pendidikan swasta pun tak jarang menjadi sorotan dan pilihan orangtua untuk melanjutkan pendidikan anaknya.

SMA Bina Muda yang berlokasi di Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung diketahui sudah membuka PPDB gelombang pertama.

Saat dikonfirmasi, Kepala Sekolah SMA Bina Muda, Dedeng Rohim Gumilar membenarkan, PPDB gelombang pertama telah dibuka sejak 11 Mei 2022.

“Penerimaan siswa baru di SMA Bina Muda kita sudah dibuka untuk gelombang pertama dari tanggal 11 sampai 27 Mei (2022),” kata Dedeng kepada Jabar Ekspres di ruang kerjanya, Kamis (19/5).

Baca Juga:  SMA Bina Muda Siap Terapkan Profil Belajar Pancasila dengan Sistem PBL

Dia menjelaskan, gelombang pertama untuk PPDB 2022 dibuka hanya bagi lulusan-lulusan SMP Bina Muda sebagai prioritas.

Sementara itu, dikatakan Dedeng, untuk calon siswa SMA Bina Muda dari berbagai lulusan SMP secara umum bisa mendaftarkan diri pada PPDB 2022 pada Juni mendatang.

“Kalau untuk umum kita buka pendaftaran PPDB (2022) nanti di gelombang kedua, dari 2 Juni sampai 22 Juni (mendatang),” ujar Dedeng.

Menurutnya, gelombang pertama dikhususkan hanya bagi lulusan SMP Bina Muda karena sudah menjadi tradisi dan perhatian terhadap siswa dan para orangtua dalam menitipkan anaknya untuk tetap bersekolah di Yayasan Pendidikan Bina Muda.

Baca Juga:  SMA Bina Muda Siap Terapkan Profil Belajar Pancasila dengan Sistem PBL

Karenannya, SMA Bina Muda membuka pendaftaran PPDB 2022 gelombang pertama diprioritaskan bagi lulusan-lulusan SMP Bina Muda saja.

“Tahun ini kita membuka kuota penerimaan siswa didik baru itu sebanyak 10 kelas,” imbuhnya.

Dedeng menerangkan, untuk kapasitas ruangan di SMA Bina Muda saat ini ada sebanyak 33 kelas dengan maksimal diisi oleh 36 siswa setiap kelasnya.

“36 siswa per kelas sudah menjadi aturan, itu maksimal. Jadi kita gak akan menambah calon siswa jika kuota sudah terpenuhi walaupun masih banyak yang mendaftar, tetap akan ditutup kalau kuota sudah penuh,” ucap Dedeng.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.