oleh

Pemkab Bandung Laksanakan Apel Gelar Pasukan Pengamanan Lalu Lintas dan Angkutan Lebaran

KATAPANG – Sebanyak 212 personel gabungan dari sejumlah Perangkat Daerah Kabupaten Bandung melaksanakan apel gelar pasukan kesiapan pengamanan mudik dan balik Lebaran 1443 Hijriyah, Selasa (19/4).

Apel gelar pasukan ini melibatkan jajaran Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bandung.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengungkapkan, tim gabungan ini akan disebar ke sejumlah pos pengamanan yang menjadi perlintasan para pemudik Lebaran 2022.

“Sedikitnya ada 11 pos pengamanan yang menjadi kosentrasi pengamanan dari tim gabungan. Nantinya, disebar di setiap pos pengamanan Nagreg, Cileunyi, Soreang, Kamojang, Ciwidey, Rancabali, Pangalengan dan pos pengamanan lainnya,” ungkap Dadang usai kegiatan gelar pasukan di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung.

“Tujuannya adalah untuk keamanan dan keselamatan di perjalanan dalam berlalulintas,” sambungnya.

Dadang mengatakan penyebaran ratusan personil gabungan ke setiap os pengamanan dilaksanakan mulai H-7 hingga H+7 Lebaran.

“Tim gabungan dari Pemkab Bandung ini akan berkolaborasi dan bersinergi dengan jajaran TNI dan Polri dalam upaya memberikan pelayanan kepada masyarakat disaat mudik dan balik Lebaran,” jelasnya.

Dadang menjelaskan, Kabupaten Bandung selain sebagai jalur lintasan para pemudik, juga sebagai kawasan wisata. Sehingga perlu ada kesiapan khusus, terutama kesiapan kelegkapan dalam upaya pengamanan di berbagai wilayah.

“Dalam pengaman arus mudik dan balik Lebaran, juga melibatkan para relawan di antaranya dari anggota Pramuka, Karang Taruna, KNPI, Ormas,” katanya.

Menurutnya, tim gabungan juga turut melakukan pengamanan di jalur-jalur alternatif. “Jalur antar daerah yang menjadi perlintasan para pemudik, juga menjadi perhatian dan skala prioritas. Di antaranya jalur Kamojang yang menghubungkan Kabupaten Bandung dan Garut,” terangnya.

Dikatakan Dadang, jalur perlintasan antar daerah kawasan Cijapati Kecamatan Cikancung, yang menghubungkan Kabupaten Bandung dan Garut juga jadi perhatian.

“Termasuk jalur Nagreg dan jalur yang berbatasan dengan Sumedang, juga menjadi perhatian tim gabungan untuk melakukan pengaman jalur mudik Lebaran,” ujarnya.

Dadang mengatakan, pentingnya kesiapsiagaan tim gabungan di jalur perbatasan antar wilayah itu, mengingat saat ini menjamurnya begal, pelaku tindak pidana kejahatan. Hal itu harus diwaspadai bersama saat musim mudik Lebaran.

“Apalagi di malam hari, tim gabungan atau pasukan harus siap siaga di jalur-jalur perbatasan yang rawan untuk memberikan rasa nyaman kepada para pemudik Lebaran,” ungkapnya.

Dadang mengungkapkan, lampu penerangan jalam umum sudah dipersiapkan, terutama di jalur-jalur yang rawan dan gelap pada malam hari.

“Dengan harapan bisa memberikan rasa nyaman dan aman kepada masyarakat saat mudik Lebaran,” ujarnya.

Ia memprediksi gelombang arus mudik pada tahun ini akan tinggi, sehingga harus diwaspadai bersama. Apalagi Kabupaten Bandung menjadi tujuan perlintasan arus mudik antar daerah yang hendak ke Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Bupati mengimbau kepada masyarakat yang akan mudik untuk divaksin Booster. “Bagi yang belum divaksin, wajib test antigen sebelum keberangkatan mudik menuju kampung halaman,” pungkasnya. (yul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga