AWS Ajak Generasi Muda SMA Asah Keterampilan untuk Program STEAM For the Future

Amazon Web Services (AWS) InCommunities yang merupakan program pemberdayaan masyarakat AWS, bekerjasama Prestasi Junior Indonesia (PJI)
Amazon Web Services (AWS) InCommunities yang merupakan program pemberdayaan masyarakat AWS, bekerjasama Prestasi Junior Indonesia (PJI)
0 Komentar

Gunawan Susanto, Country Manager Amazon Web Services Indonesia menambahkan, partisipasi ini merupakan bentuk kepedulian dalam bentuk STEAM for the Future.

Tujuannya untuk mendukung Inisiatif Making Indonesia 4.0 dalam eningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang STEAM.

‘’Kita tahu 10 prioritas nasional adalah untuk mempercepat pertumbuhan industri. AWS mengumumkan tujuan untuk melatih 29 juta karyawan di seluruh dunia,’’kata dia.

Baca Juga:Ade Supriadi: Yana Mulyana Harus Kejar Ketertinggalan Pembangunan Kota BandungMayor H Berikan Kesaksian Atas Tudingan Penyekapan Pengusaha di Depok

AWS sendiri telah melatih lebih dari tiga ratus ribu individu di Indonesia dengan keterampilan di bidang cloud sejak 2017.

Kami mendukung peningkatan kompetensi di bidang STEAM untuk mengembangkan tenaga kerja masa depan Indonesia.”

Robert Gardiner, Academic Advisor and Operations Counsel Prestasi Junior Indonesia mengatakan, partisipasi dalam pembelajaran STEAM yang berbasis pengalaman di usia muda.

Hal ini dilakukan untuk membangun fondasi dan minat yang kuat di mana pengembangan pengetahuan lebih lanjut dapat dilakukan.

Seiring kemajuan para pelajar melalui tahun-tahun pendidikan, penting untuk memastikan bahwa lulusan dapat memenuhi kebutuhan persyaratan pekerjaan potensial.

Melalui program ini, para pelajar memperoleh pengalaman pertama memahami keterampilan teknis (hard skills) yang dibutuhkan untuk pekerjaan masa depan.

Sedangkan pemberian keterampilan non teknis (soft skills) diharapkan generasi muda dapat berfikir kritis dan pemecahan masalah yang kompleks, komunikasi, kolaborasi, serta kreativitas.

Baca Juga:Gus Ahad Sebut Alokasi BPMU MA dan Sekolah Swasta di Jabar Terdapat SelisihAirlangga Hartarto Apresiasi Revisi UU PPP Akhirnya Disepakati Baleg DPR RI

Para pelajar ditantang untuk menciptakan sebuah solusi inovatif terhadap permasalahan di komunitas dengan pendekatan STEAM.

Salah satu inovasi tersebut adalah Impressive School (IMS) Project yang digagas oleh Tim Sapta Eka dari SMAN 71 Jakarta.

Kondisi pembelajaran jarak jauh sebagai dampak pandemi Covid-19 terhadap sektor pendidikan membuat para pelajar di seluruh dunia tidak dapat mengenal ruang fisik di sekolah masing-masing.

Berupaya memecahkan permasalahan tersebut serta terinspirasi dari konsep metaverse yang tengah populer, Tim Sapta Eka mengembangkan desain sekolah mereka dalam wujud virtual reality.

IMS Project ini diharapkan dapat memungkinkan para pelajar untuk menjelajahi sekolah mereka secara interaktif dan memberikan manfaat kepada sekolah untuk mengenalkan sekolah kepada masyarakat.

Dengan gagasan inovatif ini, Tim Sapta Eka dari SMAN 71 Jakarta berhasil meraih juara pertama dan penghargaan proyek augmented reality/virtual reality paling kreatif dalam ajang STEAM for the Future Innovation Camp. (red).

0 Komentar